JCCNetwork.id- Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tengah gencar menjalankan kebijakan efisiensi anggaran negara. Namun, kebijakan ini menuai kritik tajam di berbagai kalangan.
Abdullah Kelrey, Founder Nusa Ina Connection (NIC), menilai pemangkasan anggaran tersebut berpotensi menekan masyarakat kecil hingga sektor vital di daerah.
Menurutnya, pandemi memang meninggalkan luka besar, tetapi kebijakan efisiensi yang tidak tepat sasaran bisa menciptakan krisis sosial dan ekonomi baru. Jadi pemotongan belanja negara harus dibarengi dengan strategi perlindungan sosial yang jelas agar tidak memperburuk kondisi masyarakat.
“Efisiensi anggaran ini justru bisa lebih kejam dari COVID-19, karena dampaknya langsung dirasakan di banyak lini, mulai dari bantuan sosial hingga pertumbuhan ekonomi,” ujar Abdullah Kelrey kepada media, Rabu (01/10/2025).
Kelrey juga mengingatkan bahwa salah satu dampak nyata dari kebijakan ini adalah gelombang aksi besar-besaran yang sempat dilakukan masyarakat beberapa waktu lalu.
“Kalau ada aksi seperti itu lagi, jangan salahkan masyarakat. Itu bentuk luapan emosi karena tekanan hidup yang semakin berat,” pungkasnya.



