Fraksi PDIP Tekankan Prolegnas Harus Dahulukan Kepentingan Rakyat dan Melibatkan Partisipasi Publik

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PDI Perjuangan di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, I Nyoman Parta, menegaskan pentingnya penyusunan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2026 yang berlandaskan aturan hukum serta memperhatikan kepentingan nasional dan aspirasi masyarakat.

“Dalam menyusun Prolegnas Prioritas, kita harus merujuk pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3), serta Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib,” ujar Nyoman Parta saat menyampaikan Pandangan Mini Fraksi PDI Perjuangan dalam Rapat Baleg DPR RI, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (18/9).

- Advertisement -

Menurutnya, penyusunan Prolegnas Prioritas 2026 juga harus mempertimbangkan pelaksanaan Prolegnas Prioritas tahun sebelumnya beserta hasil evaluasi yang telah dilakukan, agar produk undang-undang yang dibentuk benar-benar memenuhi kepentingan nasional dan harapan rakyat.

“Adagium hukum universal menyatakan Het Recht Hink Achter De Feiten Aan yang bermakna hukum selalu tertinggal dari peristiwa yang diaturnya. Karena itu DPR RI harus terus mendorong pembentukan peraturan perundang-undangan yang mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nyoman Parta menyampaikan sembilan pandangan Fraksi PDI Perjuangan terhadap Perubahan Kedua Prolegnas Prioritas 2025 dan Prolegnas Prioritas 2026. Sembilan poin pandangan tersebut diantaranya:
Pertama, Prolegnas Prioritas harus memprioritaskan RUU yang berorientasi pada kepentingan nasional, keadilan sosial, serta kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

- Advertisement -

Kedua, setiap penyusunan dan pembahasan RUU harus melibatkan partisipasi publik secara nyata untuk menyerap gagasan masyarakat secara luas dan transparan.

Ketiga, Indonesia sebagai negara hukum memerlukan instrumen hukum yang lebih komprehensif, termasuk mendukung masuknya RUU tentang Perampasan Aset dalam Prolegnas Prioritas 2025 untuk memastikan tindak kejahatan tidak memberi keuntungan bagi siapapun dan memulihkan kerugian negara secara maksimal.

Keempat, Fraksi PDI Perjuangan juga mendorong pembentukan sejumlah RUU strategis lainnya, antara lain: RUU tentang Kamar Dagang dan Industri serta RUU Kawasan Industri untuk memperkuat peran dunia usaha bagi perekonomian nasional.
Kelima, Fraksi PDI Perjuangan mendorong untuk segera dilakukan pembahasan dan disahkannya RUU tentang Masyarakat Adat sesuai amanat Pasal 18B UUD 1945.
Keenam, mendorong agar RUU Perlindungan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional, Toko Klontong, dan Warung Kecil segera dibahas demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Ketujuh, Fraksi PDI Perjuangan mendorong agar RUU tentang Bahasa Daerah untuk pelestarian bahasa daerah yang terancam punah untuk segera dibahas di Prolegnas Prioritas 2026.

Kedelapan, Fraksi PDI Perjuangan mendorong agar RUU tentang Perlindungan dan Kesejahteraan Hewan sebagai wujud tanggung jawab moral terhadap kelestarian hewan segera dibahas di Prolegnas Prioritas 2026.

Di akhir pernyataannya, Nyoman Parta menegaskan pentingnya penyusunan Prolegnas yang dilakukan secara sistematis, terencana, dan terpadu dengan memperhatikan isu-isu penting yang berkembang di masyarakat serta diharapkan agar pembahasan dilakukan secara berkualitas dan bukan sekadar mengejar target kuantitas penyelesaian RUU.

“Fraksi PDI Perjuangan menyetujui Perubahan Kedua Prolegnas RUU Prioritas Tahun 2025 dan Prolegnas RUU Prioritas Tahun 2026 untuk dilanjutkan pembahasan pada tingkat selanjutnya,” tandasnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Prabowo Siapkan Pimpinan Universitas Republik Indonesia

JCCNetwork.id- Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik dua pejabat di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026) sore. Salah satu agenda pelantikan adalah pengangkatan pimpinan Lembaga Universitas Republik...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Qodari Tegas! MBG Tetap Jadi Fokus Pemerintah Meski Pimpinan BGN Berganti
09:21
Video thumbnail
Pidato Menggelegar Megawati: Saya Presiden ke-5 RI dan Perempuan Pertama yang Memimpin
13:17
Video thumbnail
Evaluasi Besar-Besaran Benahi BGN Pegawai Diberhentikan dan Ratusan Dapur Ditutup #shorts
01:37
Video thumbnail
Operasi Besar-Besaran BGN Pecat Ratusan Pegawai dan Tutup Dapur MBG Bermasalah
08:20
Video thumbnail
Sampaikan Pesan Keras di Pidato, Megawati : Apa Kalian Tidak Mau Insaf?
13:18
Video thumbnail
Perry Lepas Jabatan, Destry Damayanti Bersiap Kawal Stabilitas Bank Indonesia
11:43
Video thumbnail
Mentri Geram! Pengembangan Perumahan Bermasalah Diberi Deadline 1 Minggu , Unsur Pidana Langsung
11:25
Video thumbnail
Megawati: Akar Rumput Mau Diinjak Mau Dibunuh Suatu Saat Akan Kembali Tumbuh
01:18
Video thumbnail
Kenang Kudatuli, Megawati Ingatkan TNI dan Polri
01:02
Video thumbnail
Megawati: Hei TNI-Polisi Kalian Tuh Sebetulnya Datang dari Mana?
11:56
Video thumbnail
IQ Masyarakat Indonesia Perlu Ditingkatkan, MBG Jadi Salah Satu Solusi
09:11
Video thumbnail
Curhat ke Menteri Ara, Pembeli Rumah Mengaku Dikejar Debt Collector: "Malu Saya, Pak!"
09:47
Video thumbnail
Megawati Tegaskan Tragedi Kudatuli Tak Pernah Dilupakan
12:50
Video thumbnail
BPH Migas Pastikan Minyak Tanah Aman, Daerah Kekurangan Disuplai dari Wilayah Lain
12:12
Video thumbnail
Respons Prabowo Usai Perry Warjiyo Mundur Setelah 7 Tahun Menjabat
11:52
Video thumbnail
Mengejutkan! Alasan Perry Warjiyo Tiba-Tiba Mundur dari BI Terungkap
11:44
Video thumbnail
Alarm Pemerintahan Prabowo! Tingkat Kepuasan Publik Merosot Tajam, Kondisi Ekonomi Disorot
08:40
Video thumbnail
Bukan Cuma Soal Senjata! Panglima TNI Ungkap Kemampuan yang Wajib Dimiliki Seluruh Perwira Muda
03:54
Video thumbnail
Perintah Tegas Panglima TNI Kepada Seluruh Perwira Muda
03:51
Video thumbnail
Yusril Buka Suara Soal IQ Bangsa Indonesia, Program MBG Prabowo Jadi Salah Satu Solusi
12:43

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER