JCCNetwork.id- Sungai Bengawan Solo meluap pada Selasa (25/2/2025) dini hari, sekitar pukul 01.45 WIB, mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Tiga kelurahan di dua kecamatan terdampak dengan ketinggian air mencapai 40 hingga 120 cm.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa banjir merendam permukiman warga di Kecamatan Pasar Kliwon dan Kecamatan Jebres. Berdasarkan laporan sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surakarta, sebanyak 163 kepala keluarga atau sekitar 315 jiwa terdampak.
“Akibat Sungai Bengawan Solo meluap beberapa permukiman warga di Kecamatan Pasar Kliwon, dan Kecamatan Jebres, terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 40 hingga 120 cm,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Selasa (25/2/2025).
Selain merendam permukiman, banjir juga berdampak pada 113 unit rumah yang kini masih dalam pendataan tim di lapangan. Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang telah disediakan oleh BPBD Kota Surakarta dan BPBD Provinsi Jawa Tengah.
“Sementara itu, sebanyak 113 unit rumah terdampak dengan kondisi yang masih dalam pendataan lebih lanjut oleh tim di lapangan,” katanya.
Meski kondisi terkini menunjukkan banjir mulai surut dan sebagian besar warga telah kembali ke rumah masing-masing, upaya pemulihan terus dilakukan. Pihak berwenang mengaktifkan rumah pompa untuk mempercepat penyusutan genangan air serta memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
“Namun, upaya pemulihan masih terus dilakukan, termasuk aktivasi rumah pompa untuk mempercepat penyusutan genangan air,” katanya.
Koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan guna mengantisipasi dampak lanjutan dan mencegah kemungkinan banjir susulan. BNPB mengimbau warga yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Bengawan Solo untuk tetap waspada terhadap potensi curah hujan tinggi dalam beberapa hari ke depan.
“Koordinasi terus dilakukan dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. Tim relawan dan unsur terkait juga mulai mendistribusikan bantuan logistik, termasuk nasi bungkus untuk warga yang membutuhkan,” kata Aam.



