JCCNetwork.id-Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menyatakan bahwa ia memiliki pemahaman jelas mengenai waktu dan cara serangan yang direncanakan Israel terhadap Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan pada hari Jumat ketika Biden ditanya oleh wartawan mengenai respons Israel setelah serangan rudal balistik Iran yang terjadi pada 1 Oktober lalu.
Ketika ditanya oleh para wartawan apakah dia memiliki “pemahaman yang baik” tentang bagaimana tanggapan Israel terhadap serangan rudal balistik Iran pada 1 Oktober, dan kapan hal itu akan terjadi, Biden menjawab dengan singkat: “Ya dan ya.”
“Bisakah Anda memberi tahu kami?” tanya seorang reporter. “Tidak dan tidak,” jawab Biden dalam kunjungannya ke Jerman.
Dalam rangka memperkuat pertahanan Israel, AS telah memulai penempatan sistem pertahanan rudal canggih, THAAD, menjelang serangan yang diantisipasi.
Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, memperingatkan bahwa serangan tersebut akan bersifat “tepat dan mematikan.”
Sebelumnya, Biden telah meminta Israel untuk menahan diri dari menyerang situs-situs minyak atau fasilitas nuklir Iran, yang dikhawatirkan dapat memperburuk ketegangan yang sudah ada.
Iran, dalam sebuah pernyataan, mengklaim bahwa serangan rudal balistik mereka pada 1 Oktober merupakan respons atas pembunuhan mantan pemimpin politik Hamas di Teheran pada bulan Juli, serta kematian Sekretaris Jenderal Hizbullah, Hassan Nasrallah, di Beirut bulan lalu.
Dalam serangan tersebut, hampir 200 rudal ditembakkan ke Israel, mengenai beberapa lokasi, termasuk fasilitas militer, namun tidak menyebabkan korban jiwa.
Ketegangan antara Tel Aviv dan Teheran terus meningkat tahun ini setelah Israel melancarkan serangan udara yang menghancurkan Kedutaan Besar Iran di Damaskus pada 1 April, yang mengakibatkan tewasnya seorang pejabat militer senior Iran.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan ratusan drone dan rudal balistik ke Israel, meskipun sebagian besar berhasil dicegat oleh sistem pertahanan Israel, AS, dan sekutunya.



