JCCNetwork.id- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pentingnya peningkatan pendapatan negara secara signifikan dalam menghadapi tantangan fiskal nasional. Penegasan tersebut disampaikan saat melantik sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.
Dalam arahannya, Purbaya menekankan bahwa para pejabat yang baru dilantik memiliki peran strategis karena seluruh keputusan dan kebijakan yang diambil akan berdampak langsung terhadap masyarakat. Menurutnya, kualitas pelayanan terhadap wajib pajak hingga proses pengawasan dan penagihan menjadi cerminan kinerja Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sekaligus wajah Kementerian Keuangan di mata publik.
Ia mengatakan setiap aparatur negara harus mampu menjalankan tugas dengan profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Purbaya juga mengingatkan bahwa peningkatan penerimaan negara harus menjadi prioritas utama demi menjaga stabilitas fiskal pemerintah.
“Keputusan Bapak-Ibu akan terasa langsung oleh masyarakat. Cara Bapak-Ibu melayani wajib pajak, pemeriksaan, penagihan, dan menjaga data, itu semua menentukan wajah DJP dan wajah Kementerian Keuangan,” kata Purbaya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa 12 Mei 2026.
Menteri Keuangan meminta para pejabat yang baru dilantik bekerja lebih optimal agar pendapatan negara dapat meningkat secara signifikan. Namun, ia menegaskan bahwa upaya tersebut harus tetap dibarengi dengan komitmen menjaga integritas dan etika pelayanan publik.
“Saya minta teman-teman yang dilantik nanti membantu agar income bisa naik dengan signifikan sambil menjaga integritas kita,” ujarnya.
Menurutnya, penerimaan negara yang tidak optimal dapat berdampak luas terhadap kondisi fiskal nasional. Karena itu, seluruh jajaran diminta fokus memperkuat sistem penerimaan pajak guna memastikan keberlangsungan program-program pemerintah tetap terjaga.
Purbaya menilai posisi fiskal negara sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menghimpun penerimaan negara secara maksimal. Ia berharap para pejabat baru mampu menghadirkan perubahan nyata melalui peningkatan efektivitas pengawasan serta pelayanan perpajakan yang lebih baik.
“Jika penerimaan kurang optimal, maka bukan hanya membahayakan Kementerian Keuangan saja, tapi posisi fiskal secara keseluruhan,” tegasnya.
Selain mengejar target penerimaan, Purbaya juga memberikan peringatan keras agar tidak ada praktik-praktik ilegal maupun penyalahgunaan kewenangan dalam pelaksanaan tugas. Ia menilai keberhasilan mencapai target penerimaan negara tidak akan berarti apabila kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah justru menurun.
Menurutnya, menjaga kepercayaan publik merupakan hal yang jauh lebih penting dan sulit dipulihkan apabila telah rusak akibat pelanggaran integritas aparatur negara. Karena itu, ia meminta seluruh pejabat menghindari segala bentuk transaksi maupun perlakuan khusus yang berpotensi mencederai profesionalisme institusi.
“Target mungkin tercapai, tapi kepercayaan bisa hilang. Dan kalau kepercayaan hilang, memperbaikinya jauh lebih sulit. Jangan transaksi, jangan ada perlakuan khusus,” tegas Purbaya.
Pelantikan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kinerja birokrasi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan penerimaan negara di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan.




