Puluhan Bus Pariwisata Beroperasi Tanpa Kelengkapan di DKI-Bogor

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan di wilayah DKI Jakarta dan Bogor, ditemukan 37 bus pariwisata tidak memenuhi standar kelayakan jalan.

Inspeksi yang dilaksanakan pada akhir pekan (Minggu, 9/6/2024) ini mengevaluasi total 160 unit bus di berbagai lokasi populer, termasuk Taman Margasatwa Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah, dan Rest Area Km 45A Tol Jagorawi.

- Advertisement -

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Risyapudin Nursin, menyatakan bahwa dari 160 bus yang diperiksa, hanya 123 unit yang layak beroperasi.

“Kami temukan di lapangan masih ada bus yang beroperasi tanpa Kartu Pengawasan (KP) dan ada juga yang ada KP namun sudah tidak berlaku, serta masih ada yang belum melaksanakan perpanjangan uji KIR. Ini harus menjadi perhatian,” kata dia dalam keterangan di Jakarta, Senin (10/6/2024).

Risyapudin menambahkan bahwa bus yang tidak memenuhi syarat kelayakan terpaksa diganti di lokasi sidak.

- Advertisement -

Beberapa bus dari perusahaan otobus (PO) seperti PO. Ros Trans Sukabumi, PO. Prima Raya Serang, PO. Armada Jaya Perkasa Serang, PO. Wanel Utama Trans Jakarta Utara, dan PO. Dewi Sinta Bandung, ditemukan tidak memiliki surat-surat resmi atau kelaikan jalan yang memadai.

Lebih mengkhawatirkan, beberapa PO bus diketahui memalsukan dokumen Bukti Lulus Uji Elektronik (BLU-e) dan KP.

- Advertisement -

“Terlebih lagi masih ada PO bus yang memalsukan Bukti Lulus Uji Elektronik (BLU-e) dan Kartu Pengawasan (KP). Kami data ada 3 bus yang melakukan hal tersebut dan sudah dilakukan penegakan hukum,” jelasnya.

Risyapudin menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan dan standar keselamatan bagi angkutan pariwisata.

Ditjen Perhubungan Darat juga terus mendorong pengguna jasa untuk lebih berhati-hati dan melakukan pengecekan kelaikan bus pariwisata melalui aplikasi Mitra Darat atau situs mitradarat.dephub.go.id sebelum menggunakan layanan tersebut.

“Kami juga tidak bosan untuk mengingatkan semua pengguna jasa agar lebih berhati-hati dalam memilih bus pariwisata. Sebelumnya dapat melakukan pengecekan kelaikan bus pada aplikasi Mitra Darat atau mitradarat.dephub.go.id,” imbuhnya.

Pengawasan terhadap bus pariwisata akan terus diperketat dengan kerja sama antara Ditjen Perhubungan Darat, kepolisian, Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota, dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Untuk daerah lainnya di Indonesia, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) akan melaksanakan pengawasan sesuai kewenangan mereka.

BERITA TERBARU

spot_img

EKONOMI

TERPOPULER