JCCNetwork.id-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memulai kunjungan kerja lintas provinsi di kawasan Indonesia Timur dengan tiba di Bandar Udara Internasional El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (18/6/2026) pukul 10.13 Wita.
Kunjungan tersebut akan berlangsung di NTT, Gorontalo, Papua Barat, dan Papua Selatan dengan fokus pada pemantauan sejumlah program prioritas pemerintah.
Di NTT, agenda pertama Wapres berlangsung di Kabupaten Ende.
Gibran dijadwalkan meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus melihat rencana pengembangan Koperasi Desa Merah Putih.
Selain itu, ia akan berdialog dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi terkait pembangunan daerah.
Usai menyelesaikan rangkaian kegiatan di NTT, Gibran akan melanjutkan kunjungan ke Gorontalo.
Dalam agenda tersebut, Wapres dijadwalkan membuka Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII Tahun 2026 yang mempertemukan pelaku sektor pertanian dan perikanan dari berbagai wilayah Indonesia.
Selain menghadiri PENAS XVII, Gibran juga akan meninjau Bendungan Bulango Ulu yang menjadi salah satu proyek strategis nasional untuk mendukung irigasi pertanian, ketahanan pangan, dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Kunjungan kerja kemudian berlanjut ke Papua Barat. Di provinsi tersebut, Wapres akan meninjau Sentra Produksi Kakao Ransiki di Kabupaten Manokwari Selatan sebagai bagian dari upaya penguatan sektor pertanian berbasis komoditas unggulan daerah.
Gibran juga dijadwalkan membuka Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional XIV di Manokwari.
Kegiatan berskala nasional itu diikuti peserta dari berbagai provinsi dan menjadi ajang pengembangan seni musik gerejawi serta penguatan kerukunan antarumat beragama.
Pada hari terakhir kunjungan, Wapres akan bertolak ke Kabupaten Asmat, Papua Selatan.
Sejumlah fasilitas publik yang masuk dalam agenda peninjauan antara lain Asmat Museum of Culture and Progress, Sekolah Lapang Sagu, RSUD Agats, dan Gereja Katedral Salib Suci.
Kunjungan kerja ini turut didampingi Pelaksana Tugas Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar dan Staf Khusus Wakil Presiden Nicolaus TB Harjanto.
Pemerintah menyatakan rangkaian agenda tersebut bertujuan memastikan pelaksanaan program strategis nasional berjalan optimal di wilayah timur Indonesia.



