Batik Air Resmi Terbang Jakarta–Muara Bungo

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Konektivitas udara di Provinsi Jambi kembali diperkuat dengan beroperasinya penerbangan langsung Batik Air yang melayani rute Jakarta–Muara Bungo. Penerbangan perdana tersebut resmi dilaksanakan pada Senin (15/6/2026) dan disambut melalui seremoni khusus di Bandar Udara Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Jambi.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menilai pembukaan rute baru ini menjadi langkah penting dalam memperluas akses transportasi udara bagi masyarakat sekaligus mendukung percepatan pembangunan ekonomi di wilayah barat Jambi dan daerah sekitarnya.

- Advertisement -

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengatakan hadirnya layanan penerbangan langsung dari dan menuju Jakarta akan memberikan kemudahan mobilitas masyarakat serta meningkatkan keterhubungan kawasan yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi di jalur lintas tengah Pulau Sumatera.

Menurutnya, semakin baik akses transportasi udara akan berdampak langsung terhadap peningkatan investasi, perdagangan, sektor pariwisata, hingga pergerakan masyarakat dan pelaku usaha. Karena itu, pemerintah menyambut positif komitmen Batik Air dalam membuka layanan penerbangan reguler ke Muara Bungo.

“Penerbangan perdana Batik Air rute Jakarta–Muara Bungo merupakan momentum penting dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat serta memperkuat konektivitas udara di wilayah barat Provinsi Jambi. Konektivitas yang semakin baik akan membuka peluang lebih besar bagi investasi, perdagangan, pariwisata, dan mobilitas masyarakat,” ujar Lukman dalam keterangan resmi, Senin (15/6/2026).

- Advertisement -

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mewujudkan penerbangan tersebut, mulai dari pemerintah daerah, pengelola bandara, hingga pihak maskapai yang melihat potensi besar perkembangan wilayah Kabupaten Bungo.

Kabupaten Bungo selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan tengah Sumatera. Letaknya yang strategis menjadikan daerah tersebut sebagai penghubung berbagai wilayah di Provinsi Jambi, termasuk Kabupaten Merangin, Sarolangun, Tebo, Kerinci, Kota Sungai Penuh, hingga wilayah Dharmasraya di Sumatera Barat.

Selain berfungsi sebagai pusat distribusi barang dan jasa, Kabupaten Bungo juga memiliki sejumlah sektor unggulan yang menjadi penopang perekonomian daerah. Industri perkebunan kelapa sawit dan karet masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat, disusul sektor pertambangan serta potensi wisata alam dan budaya yang terus berkembang.

Pemerintah berharap keberadaan penerbangan langsung menuju ibu kota dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha daerah. Dengan waktu tempuh yang lebih singkat, distribusi produk, perjalanan bisnis, serta kunjungan wisatawan diharapkan meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

Dari sisi infrastruktur, Bandar Udara Muara Bungo dinilai telah siap mendukung operasional penerbangan komersial berjadwal. Bandara tersebut memiliki landas pacu sepanjang 2.100 meter dengan lebar 30 meter yang mampu melayani pesawat berbadan sedang seperti Airbus A320-200.

Sementara itu, terminal penumpang dengan luas hampir 3.000 meter persegi telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna jasa transportasi udara.

Batik Air akan mengoperasikan penerbangan rute Jakarta–Muara Bungo setiap hari menggunakan pesawat berkapasitas 156 penumpang. Kehadiran maskapai tersebut menambah pilihan layanan penerbangan bagi masyarakat sekaligus memperkuat jaringan transportasi udara yang telah tersedia sebelumnya.

Pemerintah menilai bertambahnya operator penerbangan di Bandara Muara Bungo akan menciptakan iklim persaingan yang sehat antar maskapai. Kondisi tersebut diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas layanan dan memberikan lebih banyak alternatif perjalanan bagi masyarakat.

Kementerian Perhubungan juga berharap pembukaan rute baru ini dapat mendorong peningkatan jumlah penumpang, memperkuat aktivitas ekonomi lokal, serta membuka peluang pengembangan destinasi penerbangan lainnya dari dan menuju Muara Bungo di masa mendatang.

“Kami berharap peningkatan frekuensi penerbangan ini dapat mendorong pertumbuhan jumlah penumpang, meningkatkan aktivitas ekonomi daerah serta membuka peluang pengembangan rute-rute baru di masa mendatang,” tambah Lukman.

Di sisi lain, seluruh pemangku kepentingan diingatkan untuk terus menjaga standar keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan penerbangan agar manfaat konektivitas udara dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat dan dunia usaha.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Justin Hubner Resmi Menikahi Jennifer Coppen di Bali

JCCNetwork.id- Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menghadiri prosesi pernikahan pemain Tim Nasional Indonesia, Justin Hubner, dengan aktris dan selebgram Jennifer Coppen yang berlangsung di...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER