Ford Motor Geser Fokus, Kendaraan Listrik Mundur

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Ford Motor Corporation mengumumkan perubahan besar dalam rencana produksi mereka, dengan menunda produksi SUV dan pikap full listrik untuk beralih ke mobil hibrida. Keputusan ini dipicu oleh rencana untuk memproduksi mobil hybrid untuk seluruh model produk mereka di Amerika Utara pada tahun 2030.

Menurut laporan CNBC International pada Jumat (5/4/2024), Ford tetap berkomitmen untuk berinvestasi dalam kendaraan listrik. Namun, mereka akan menunda produksi SUV tiga baris di pabrik Kanada hingga tahun 2027, serta memundurkan jadwal produksi pikap generasi berikutnya, yang dikenal dengan nama T3, dari akhir 2025 menjadi 2026. Perubahan ini menandai langkah terbaru Ford dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan industri otomotif yang dinamis.

- Advertisement -

Transisi ini tidaklah mudah, karena Ford menghadapi tantangan dalam penerapan kendaraan listrik yang lebih lambat dari perkiraan awal, sambil biaya produksi tetap tinggi. Pada tahun 2023, perusahaan ini bahkan harus meninjau kembali rencana pengeluaran sebesar US$ 12 miliar untuk kendaraan listrik baru karena kondisi pasar yang berubah.

Meskipun saat ini Ford menduduki peringkat kedua dalam penjualan kendaraan listrik di AS selama kuartal pertama 2024, namun mereka tertinggal dari Tesla dan Hyundai Group, termasuk Kia dan Genesis. CEO Ford, Jim Farley, menegaskan komitmen perusahaan untuk meningkatkan bisnis kendaraan listrik yang menguntungkan dengan menggunakan modal secara bijak.

“Sebagai merek kendaraan listrik nomor dua di AS selama dua tahun terakhir, kami berkomitmen untuk meningkatkan bisnis kendaraan listrik yang menguntungkan, menggunakan modal secara bijak, dan memasarkan kendaraan berbahan bakar gas, hibrida, dan listrik sepenuhnya pada waktu yang tepat,” ucap CEO Ford Jim Farley.

- Advertisement -

Langkah ini menunjukkan bahwa Ford tetap berusaha memposisikan diri mereka sebagai pemain utama dalam era mobil hijau yang semakin berkembang, sambil tetap mempertimbangkan tantangan dan peluang yang ada di pasar otomotif global.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Empat Prajurit TNI Banding Vonis Kasus Air Keras Aktivis KontraS

JCCNetwork.id- Proses hukum kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, memasuki babak baru. Empat...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER