JCCNetwork.id – Penjualan mobil listrik Tesla anjlok drastis pada kuartal pertama tahun 2024. Kondisi ini dipicu oleh persaingan yang semakin ketat di pasar global, perlambatan pertumbuhan penjualan kendaraan listrik secara keseluruhan, dan strategi pemotongan harga yang tak berhasil menarik lebih banyak pembeli.
Menurut laporan dari AP pada Rabu (3/4/2024), Tesla, yang berbasis di Austin, Texas, hanya berhasil mengirimkan 386.810 kendaraan di seluruh dunia dari Januari hingga Maret 2024. Angka ini mengalami penurunan hampir 9% dibandingkan dengan penjualan kuartal yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai 423.000 unit.
Penurunan ini menjadi yang pertama dalam hampir empat tahun terakhir. Bahkan, angka penjualan tersebut juga jauh di bawah perkiraan paling pesimis dari para analis Wall Street, yang memperkirakan sebanyak 457.000 unit terjual.
Beberapa faktor yang menyebabkan penurunan penjualan ini antara lain keterlambatan produksi sedan Model 3 versi terbaru di pabrik Fremont, California, penutupan pabrik karena pergeseran pengiriman melalui Laut Merah, dan insiden kebakaran yang mengganggu operasi di pabrik Jerman.
Meskipun mengalami penurunan penjualan, Tesla berhasil mempertahankan posisi puncak dalam penjualan kendaraan listrik global, mengungguli BYD dari Tiongkok. BYD pada kuartal yang sama hanya mampu menjual lebih dari 300.000 unit kendaraan listrik.



