JCCNetwork.id – AC Milan Bangkit dari Keterpurukan: Kemenangan 3-2 dan Pergulatan Melawan Rasisme
Milan, Italia – AC Milan mencatatkan kemenangan dramatis 3-2 melawan Udinese setelah tertinggal satu gol, namun laga ini tidak hanya diwarnai oleh aksi gemilang di lapangan.
Pertandingan harus dihentikan sementara akibat pelecehan rasial yang dialami oleh kiper mereka, Mike Maignan.
Wasit Fabio Maresca menghentikan pertandingan setelah pelecehan rasial yang tak termaafkan. Meski para penggemar tuan rumah telah diingatkan, aksi tersebut terus berlanjut hingga mengharuskan penghentian pertandingan.
Pada babak pertama, Milan memimpin berkat gol Ruben Loftus-Cheek di menit ke-30, namun Udinese membalas melalui Lazar Samardzic sebelum turun minum. Florian Thuavin membawa tuan rumah memimpin, tetapi Milan tak menyerah.
Permainan diteruskan lima menit kemudian. Saat itu Milan sedang memimpin berkat penyelesaian Ruben Loftus-Cheek pada menit ke-30.
Para penggemar tuan rumah terus mencemooh Maignan setiap kali ia menerima bola. Hal itu kemudian membuat pertandingan kembali dihentikan sementara
Tiga menit sebelum turun minum, Lazar Samardzic menyamakan kedudukan untuk tuan rumah melalui pergerakannya dari tengah lapangan dan penyelesaiannya.
Florian Thuavin membawa tuan rumah berbalik memimpin pada menit ke-62 setelah menaklukkan Tijjani Reijnders dan Theo Hernandez, dan melepaskan tembakan yang melewati bagian atas kepala Maignan.
Namun Milan berhasil bangkit, dan Luka Jovic menyamakan kedudukan untuk tim tamu dengan golnya pada menit ke-83, dengan memanfaatkan sepakan Olivier Giroud yang terdefleksi menuju garis gawang.
Noah Okafor menjadi pencetak gol kemenangan Milan berkat golnya pada menit ke-93. Gol itu sekaligus memperpanjang laju tidak terkalahkan timnya di liga menjadi enam pertandingan berturut-turut.
Luka Jovic menyamakan kedudukan di menit ke-83, memanfaatkan sepakan Olivier Giroud yang terdefleksi. Klimaks terjadi di menit ke-93 ketika Noah Okafor mencetak gol kemenangan untuk AC Milan, memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi enam pertandingan.
Di tengah sorotan kemenangan, Milan menegaskan sikap anti-rasisme mereka melalui media sosial. “Tidak ada tempat di permainan kami untuk rasisme: kami kecewa. Kami bersama kamu, Mike,” tulis klub itu sebagai dukungan kepada Maignan. Sebuah pertandingan yang merangkum ketegangan lapangan dan semangat pantang menyerah, memperkuat posisi AC Milan dalam perburuan gelar Serie A.






