JCCNetwork.id – Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza kini menjadi perbincangan hangat di masyarakat setelah dikabarkan menjadi markas militer zionis Israel.
Pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel yang dianggap sudah kelewatan batas. Pasalnya, Rumah Sakit Indonesia sebagai fasilitas pelayanan kepada masyarakat tak seharusnya dijadikan markas militer.
Hal tersebut ditegaskan Wakil Presiden Indonesia, Kyai Ma’ruf Amin saat menghadiri acara di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
“Pemerintah sih sangat protes, tidak menyukai. Karena itu kan untuk fasilitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Ma’ruf Amin dalam keterangannya yang di kutip JCCNetwork.id pada Sabtu (23/12).
Wapres menekankan bahwa apa yang di lakukan militer Israel sangat jelas melanggar etika dan hukum humaniter internasional. Sebab, militer Israel selalu menyerang fasilitas kesehatan di Gaza sejak pecah konflik Hamas vs Israel pada 7 Oktober lalu.
“Saya kira itu tidak punya etik lah. Rumah sakit kok dirampas. Seharusnya, rumah sakit itu dibiarkan melayani korban-korban itu, jangan menjadi markas tentara. Itu sudah melanggar aturan,” tegasnya.
Diketahui, kondisi Rumah Sakit Indonesia menjadi markas militer Israel (IDF) telah di ungkap Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia, Sarbini Abdul Murad saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (20/12).
“Apa yang terjadi sekarang, sekitar dua Minggu yang lalu, Israel menempatkan pasukannya dan (menjadikan) markas (RS Indonesia), yang dulu pernah mereka tuduh sebagai markas Hamas dan tidak ada orang Hamas di situ,” ungkap Sabrini.



