Hamas Tuntut Pembebasan Tiga Pemimpin Tertinggi Palestina dalam Perjanjian Pertukaran Sandera

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Hamas, menuntut pembebasan tiga pemimpin tertinggi Palestina dalam perjanjian pertukaran sandera baru dengan Israel, seperti dilaporkan oleh media Israel pada Kamis (21/12/2023).

Menurut laporan surat kabar Yedioth Ahronoth, Hamas mendesak agar Marwan Barghouti, Ahmed Saadat, dan Abdullah Barghouti dimasukkan dalam daftar tahanan yang dibebaskan dalam kesepakatan terbaru tersebut.

- Advertisement -

Marwan Barghouti, seorang anggota Komite Sentral Fatah, dianggap sebagai tokoh yang paling diunggulkan dalam memimpin Otoritas Palestina yang berbasis di Ramallah setelah Presiden Mahmoud Abbas. Ia ditangkap oleh Israel pada tahun 2002 dan dihukum lima kali seumur hidup. Pembebasannya dianggap dapat mengubah wajah Otoritas Palestina.

Ahmed Saadat, Sekretaris Jenderal Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP), ditangkap pada tahun 2008 dan dihukum 30 tahun penjara karena terlibat dalam pembunuhan Menteri Pariwisata Israel, Rehavam Ze’evi, pada tahun 2001.

Abdullah Barghouti adalah seorang pemimpin senior Hamas yang dijatuhi hukuman seumur hidup beberapa kali karena terlibat dalam serangkaian serangan terhadap Israel.

- Advertisement -

Meskipun Hamas menuntut pembebasan ketiganya, Israel telah menolak memasukkan mereka dalam perjanjian pertukaran tahanan dengan Hamas pada tahun 2011. Perjanjian tersebut melibatkan pertukaran pembebasan serdadu Israel Gilad Shalit dengan pembebasan lebih dari 1.000 tahanan Palestina.

Selama jeda kemanusiaan sepekan di Gaza bulan lalu, Hamas telah membebaskan 81 warga Israel dan 24 warga asing sebagai bagian dari pertukaran dengan 240 warga Palestina, termasuk 71 perempuan dan 169 anak-anak. Meskipun demikian, hampir 130 warga Israel masih disandera oleh Hamas di Jalur Gaza.

Otoritas kesehatan di Jalur Gaza melaporkan bahwa serangan Israel di wilayah tersebut telah menewaskan hampir 20.000 warga Palestina, sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak. Selain itu, 52.586 orang juga mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

KPK Geledah Rumah Silmy Karim

JCCNetwork.id- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan dokumen keimigrasian yang menyeret sejumlah pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Sebagai...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER