JCCNetwork.id- Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar meluncurkan program pembangunan 10.000 unit MCK (mandi, cuci, kakus) untuk pondok pesantren di berbagai daerah di Indonesia. Program tersebut digulirkan sebagai upaya memperbaiki kualitas sanitasi di lingkungan pesantren sekaligus mendukung terciptanya ruang belajar yang sehat bagi jutaan santri.
Peluncuran program dilakukan bersama Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) di Pondok Pesantren Miftahulhuda Al Musri, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pemerintah menilai peningkatan fasilitas sanitasi menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi untuk menunjang kualitas pendidikan berbasis pesantren.
Dalam kesempatan itu, Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin mengungkapkan bahwa masih banyak pondok pesantren yang menghadapi keterbatasan sarana sanitasi. Menurutnya, kondisi tersebut tidak sebanding dengan jumlah santri yang terus bertambah setiap tahun.
Ia mencontohkan, masih terdapat sejumlah pesantren yang dihuni ribuan santri namun hanya memiliki puluhan unit MCK. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan, kebersihan, hingga kenyamanan para santri dalam menjalani aktivitas belajar dan kehidupan sehari-hari.
Cak Imin menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan yang sehat dan layak. Karena itu, pembangunan fasilitas sanitasi dipandang sebagai bagian penting dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan pesantren.
Menurutnya, lingkungan yang bersih menjadi syarat utama untuk menjaga kesehatan para santri sehingga mereka dapat mengikuti proses belajar secara optimal. Ia menilai penyediaan MCK dengan standar yang memadai merupakan kebutuhan dasar yang selama ini masih belum terpenuhi di banyak pesantren.
“Kita tahu pangkal kemajuan itu adalah ilmu. Kita tahu mencari ilmu itu di pesantren. Kita tahu syarat mendapatkan ilmu adalah sehat, dan syarat sehat adalah lingkungan yang baik. Hal yang paling pokok adalah bagaimana MCK dipenuhi dengan standar yang memadai,” kata mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut.
Pemerintah berharap program pembangunan 10.000 MCK tersebut dapat meningkatkan kualitas sanitasi di lingkungan pesantren sekaligus mengurangi risiko penyebaran penyakit yang disebabkan oleh buruknya fasilitas kebersihan. Kehadiran sarana sanitasi yang layak juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, sehat, dan nyaman bagi para santri.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kualitas layanan dasar, khususnya di sektor pendidikan keagamaan. Pondok pesantren dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang berkarakter sekaligus menjadi pusat pendidikan masyarakat di berbagai daerah.
Selain memperbaiki infrastruktur sanitasi, pemerintah mendorong pengelola pesantren untuk terus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. Dengan demikian, pembangunan fisik dapat berjalan seiring dengan perubahan pola hidup yang mendukung kesehatan lingkungan.
Program pembangunan MCK tersebut selaras dengan agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas nasional. Melalui penyediaan fasilitas dasar yang memadai, pemerintah berharap kualitas pendidikan di lingkungan pesantren terus meningkat dan mampu menghasilkan generasi yang sehat, produktif, serta memiliki daya saing tinggi.



