Hak Beribadah Umat Kristiani Dalam Ancaman, Grace Natalie Imbau Negara Jangan Kalah Dengan Intoleransi

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Kapel jemaat GBI Cinere Bellevue di Gandul, Depok, Jawa Barat menjadi sasaran sejumlah massa pada Sabtu (16/9/2023) yang menolak keberadaannya.

Dalam respons atas insiden tersebut, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, mendorong pemerintah kota Depok, Kementerian Agama (Kemenag), dan aparat setempat untuk mengambil tindakan tegas terhadap kelompok intoleran yang menghalangi peribadatan umat GBI Cinere Bellevue.

- Advertisement -

Grace Natalie menegaskan bahwa hak untuk beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing adalah hak konstitusi yang melekat pada setiap warga negara. Ia mengingatkan bahwa tidak diperlukan izin atau pembayaran untuk melaksanakan hak tersebut.

“IMB hanya dibutuhkan untuk pembangunan rumah ibadah. Sedangkan untuk kapel atau rumah doa, perlakuannya sama seperti musholla, tidak perlu IMB,” kata Grace dalam keterangannya, dikutip Senin (18/9/2023).

Pada hari sebelumnya, yaitu Minggu (17/9/2023), Grace Natalie juga turut serta dalam pertemuan terbatas di GBI Bellevue. Dalam pertemuan tersebut, Bimas Kristen Jawa Barat Kementerian Agama, Harapan Nainggolan, menjelaskan bahwa sesuai dengan peraturan yang berlaku, kapel atau rumah doa tidak memerlukan IMB seperti yang diwajibkan untuk rumah ibadah. Cukup dengan memberi pemberitahuan kepada RT dan RW setempat.

- Advertisement -

Untuk Grace Natalie, menekankan bahwa negara harus bertindak tegas dalam menghadapi kelompok intoleran dan mengapresiasi upaya aparat keamanan Depok yang telah menjaga keamanan dan keselamatan peribadatan jemaat GBI Cinere Bellevue.

“Negara tidak boleh kalah dalam menghadapi kelompok intoleran. Terima kasih kepada Kapolres Depok dan Komandan Kodim Depok yang telah berkomitmen untuk menjamin keamanan dan keselamatan umat yang beribadah,” tandasnya.

Sebelumnya, pengurus gereja GBI Cinere Bellevue, Arif Syamsul, mengungkapkan bahwa sekitar 50 orang mendatangi bangunan kapel pada Sabtu (16/9/2023) pagi. Massa tersebut menggedor gerbang kapel dan berteriak-teriak. Beruntungnya, saat itu tidak ada jemaat yang sedang melaksanakan ibadah di Kapel Maranatha tersebut.

Kapolres Depok, Kombes Ahmad Fuady, memastikan situasi di Kapel GBI Cinere Bellevue kembali aman dan kondusif setelah digeruduk oleh sejumlah massa.

Fuady mengatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah pengamanan untuk menjamin keamanan peribadatan jemaat GBI Cinere Bellevue. Dia juga menyatakan bahwa protes massa terjadi setelah salat subuh, dan tidak ada penyerangan dalam aksi tersebut.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Indonesia–Rusia Perkuat Kerja Sama Investasi Energi Jangka Panjang

JCCNetwork.id-Pemerintah Indonesia membuka peluang bagi Rusia untuk memperkuat kerja sama investasi jangka panjang di sektor energi, termasuk pembangunan infrastruktur strategis. Langkah ini merupakan tindak lanjut...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER