Bomshell! TKDN Mobil Listrik Diundur Tiga Tahun, Ekonomi RI Goyang?

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Dalam langkah yang mengejutkan, pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk menunda relaksasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mobil listrik dari tahun 2024 hingga 2026. Keputusan ini membawa pertanyaan mendalam tentang implikasi sebenarnya bagi ekonomi Indonesia dari kebijakan yang kontroversial ini.

Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat mengatakan, awalnya keputusan tersebut mungkin tampak sebagai dorongan positif bagi pengembangan industri mobil listrik yang ramah lingkungan, yang berpotensi mengurangi tingkat polusi di tanah air dan meningkatkan penggunaan komponen lokal.

- Advertisement -

 

Namun, pertanyaan mendasar muncul saat kita menjelajahi lebih dalam, apakah Indonesia benar-benar akan menerima dampak positif yang signifikan dari kebijakan TKDN ini, ataukah kita akan tetap terjebak dalam ketergantungan terhadap pihak asing, terutama dalam hal pengendalian bahan baku penting seperti nikel?

“Terutama dalam hal penguasaan bahan baku kunci seperti nikel?,” kata Achmad, Rabu (14/8/2023).

- Advertisement -

TTKDN dirancang untuk mendorong pemanfaatan komponen lokal dalam produk impor, yang pada dasarnya merupakan pendekatan bijak. Namun, tantangan terbesar muncul dalam produksi baterai kendaraan listrik, yang sangat bergantung pada sumber daya kritis seperti nikel.

Kenyataannya, Indonesia memiliki cadangan nikel yang melimpah, tetapi paradoxically, sumber daya alam ini terutama dimanfaatkan dalam produk impor, sementara manfaat ekonominya justru terkonsentrasi di tangan perusahaan asing, khususnya dari Cina, yang mengontrol rantai pasokan.

Perubahan jadwal hingga tahun 2026 pada kebijakan TKDN ini tampaknya hanya memperpanjang status quo. Meskipun target kandungan lokal tercapai, sulit untuk melihat bagaimana Indonesia akan benar-benar merasakan dampak ekonomi yang substansial dari sumber daya alam yang dimilikinya.

“Perusahaan-perusahaan asing yang menguasai pasokan nikel akan tetap mengambil manfaat ekonomi, sementara Indonesia mungkin hanya mendapatkan sedikit bagian dari nilai tambah yang dihasilkan,” ucapnya.

Jalan Keluar dari Kebuntuan 

Langkah pertama adalah dengan mengambil kendali atas sumber daya alam kita, khususnya nikel. Investasi dalam pengembangan teknologi dan fasilitas pengolahan nikel menjadi langkah penting.

Mendorong produksi baterai kendaraan listrik yang sepenuhnya independen (diproduksi di dalam negeri) melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi langkah maju yang perlu diambil. Ini akan mencegah konsentrasi manfaat ekonomi di tangan pihak asing.

Namun, kesuksesan langkah ini memerlukan keberanian dari para pengambil kebijakan, kerja sama kuat antara pemerintah, industri, dan lembaga riset. Rencana jangka panjang harus benar-benar berfokus pada upaya untuk mengatasi ketergantungan pada sumber daya asing dan mencapai kemandirian dalam produksi baterai kendaraan listrik. Ini tentu bukanlah tugas yang mudah, tetapi menjadi langkah penting menuju masa depan ekonomi Indonesia yang lebih kuat.

Kesimpulannya, revisi jadwal TKDN mobil listrik yang ditunda hingga tahun 2026 menghadirkan pertanyaan kritis bagi Indonesia. Kita harus melihat melampaui angka-angka TKDN dan menggali potensi ekonomi nyata yang dimiliki negeri ini.

Melalui pengendalian sumber daya alam, pengembangan teknologi lokal, dan pencapaian kemandirian dalam produksi baterai kendaraan listrik, Indonesia memiliki kesempatan untuk merubah permainan dalam industri ini dan mendapatkan dampak ekonomi yang signifikan serta kedaulatan atas sumber daya alamnya.

“Indonesia dapat mengubah permainan dalam industri ini dan mendapatkan manfaat ekonomi yang substansial serta kedaulatan atas sumber daya alamnya,” tutupnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Polemik Ijazah Gibran Berlanjut Disiapkan Langkah ke DPR

JCCNetwork.id- Kuasa hukum Denny Indrayana, Refly Harun, berencana mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk mendorong proses pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyusul putusan...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Prabowo Lantik Mayjen Kristomei Pimpin BNPB
09:28
Video thumbnail
Mentan Amran Geram Mafia Pangan Masih Berkeliaran, Surati Kapolri Minta Segera Ditindak
08:55
Video thumbnail
Bertemu Prabowo, Dirut PLN-Rosan Ungkap soal Transformasi PLN
04:30
Video thumbnail
Cak Imin Minta Kemenkeu Longgarkan Anggaran, Rakyat Harus Lebih Berdaya #shorts #trending
01:39
Video thumbnail
Cak Imin Minta Kemenkeu Longgarkan Anggaran, Rakyat Harus Lebih Berdaya
09:35
Video thumbnail
Efek Program MBG Mulai Terungkap, Sudaryono Sebut Siswa Berangkat Sekolah dalam Kondisi Lapar Turun
09:40
Video thumbnail
Massa Kecewa Demo Karhutla di Palangka Raya Tak Berbuah Pertemuan dengan Gubernur Kalteng #shorts
02:05
Video thumbnail
Febrie Adriansyah Ajukan Eksepsi, Minta Hakim Batalkan Seluruh Dakwaan #shorts #trending
01:49
Video thumbnail
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Hakim Batalkan Semua Dakwaan
09:39
Video thumbnail
Pedagang Seblak Gugat Aturan Sertifikat Halal ke Mahkamah Konstitusi
13:18
Video thumbnail
Saldi Isra Cecar soal Audit, Ahli Ungkap Cara BPK Hadapi Membludaknya Perkara Korupsi
14:18
Video thumbnail
Detik Detik Febrie Pertanyakan Dasar Tuduhan terhadap Dirinya
10:34
Video thumbnail
Detik-Detik Febrie Adriansyah Pertanyakan Jaksa, Apa Dasar Tuduhan terhadap Dirinya? #shorts
01:01
Video thumbnail
Aji Cahyono Jadi Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg Tapi Belum Ditahan? #shorts
02:22
Video thumbnail
Dulu di Puncak Kejaksaan, Kini Hadapi Dakwaan TPPU, Febrie: Saya Tak Pernah Minta Jabatan
08:44
Video thumbnail
KDM Ungkap Pengalaman Diteror, Rumdin Dilempari hingga Dikejar 25 Orang Berpedang #shorts #trending
01:10
Video thumbnail
KDM Bikin Ngakak, Tak Sebut Ulang Hadirin, Takut Semua Jadi Menteri
08:32
Video thumbnail
Kelakar Bahlil di Trade Expo 2026, Bacakan Sambutan Prabowo Tak Boleh Kurang atau Lebih
09:44
Video thumbnail
Blak-blakan Mentan Amran Puji Tito Karnavian, Noordin M Top Saja Bisa Diselesaikan #shorts #trending
01:52
Video thumbnail
Di Hadapan Hakim, Febrie Tegaskan Pemberantasan Korupsi Adalah Pengabdian
35:35

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER