Fokus di Liverpool, Jurgen Klopp Tolak Rayuan Timnas Jerman

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id– Jurgen Klopp memastikan dirinya telah menekan kontrak jangka panjang dalam melatih Liverpool. Sehingga menolak penawaran Federasi Sepakbola Jerman (DFB) untuk melatih timnas Jerman.

Diketahui DFB belum lama merekrut pelatih Hans Flick, usai mendepak Joachim Loew lantaran gagal membopong Der Panzer lolos babak 16 besar Euro 2020.

- Advertisement -

Pasca Flick duduk di kursi kepelatihan, ia diharapkan dapat membantu skuad Jerman meraih hasil memuaskan di Piala Dunia 2022. Namun juru taktik berusia 58 harus pupus di fase grup.

Terhitung Ajang bergengsi sepakbola dunia yang dimainkan di Qatar itu timnas Jerman hanya meraih satu kemenangan atas Kosta Rika dan ditumbangkan Jepang. Sehingga memaksa skuad Der Panzer pulang lebih awal.

Hasil negatif itu menular hingga kini sebab dari 16 laga yang dimainkan Josua Kimmich dan teman-teman hanya meraih empat kemenangan dari hasil uji coba.

- Advertisement -

Performa buruk Jerman bersama Flick membuat fans gerah karena ini sama mengancam peluang berjaya di Piala Eropa tahun depan, di mana mereka menjadi tuan rumah.

Sehingga munculah spekulasi tentang nama Klopp yang disebut sosok yang cocok untuk menggeser Flick. Manajer The Reds itu dianggap sosok yang tepat untuk membawa Jerman bangkit dan bicara banyak di Euro 2024.

Meski demikian harapan Federasi Sepakbola Jerman (DFB) dipastikan musnah karena Klopp masih akan bertahan di Liverpool sampai kontraknya habis.

“Juergen punya kontrak jangka panjang dengan Liverpool dan Timnas Jerman sudah punya pelatih, jadi itu bukan masalah untuk kami,” tegas agen Klopp, Mark Kosicke, dikutip dari BILD.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pengembangan Jalur Stasiun Bogor Dimulai, Tiga Peron Ditutup Sementara

Pengembangan Jalur Stasiun Bogor Dimulai, Tiga Peron Ditutup Sementara Perpanjangan Jalur 6-8 Stasiun Bogor Berlangsung 90 Hari, Jadwal KRL Disesuaikan Dukung KRL SF12, Infrastruktur Stasiun Bogor...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER