KOHATI PB HMI Dorong Perempuan Ambil Peran di Pemilu 2024

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Keterwakilan perempuan dalam kontestasi politik sebesar 30 persen masih terus hangat dan penting untuk didiskusikan dewasa ini. Terlebih menjelang pesta politik (Pemilu 2024) mendatang, setiap warga negara termasuk perempuan tentunya mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi aktor dalam kontestasi tersebut.

Namun, keterwakilan sebesar 30 persen sesuai amanah undang-undang ini belum tercapai sepenuhnya. Hal ini juga menimbulkan pertanyaan bahwa adanya perempuan menduduki kursi parlemen apakah sebatas partisipasi untuk memenuhi kuota yang disyaratkan undang-undang.

- Advertisement -

Sebagai upaya menjawab pertanyaan menarik ini, Korps HMI Wati Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (Kohati PB HMI) menyelenggarakan Woman Talkshow dengan mengangkat tema “Kuota 30 persen, Representatif atau Partisipatif”.

Talkshow ini berlangsung secara hybrid dihadiri sekitar tiga ratus peserta dari kalangan mahasiswa dan kelompok organisasi Cipayung Plus, LSM, Ketua BEM Perempuan Seluruh Indonesia, Ketua Bidang PP Seluruh Indonesia, Kader HMI Seluruh Indonesia, serta Dosen dan Aktivis Perempuan Muda Indonesia.

Dihadapan ratusan peserta di Ruang Sidang Paripurna DPR RI, Ketua Pelaksana Masnia Ahmad mengatakan kegiatan tersebut bertujuan merefleksikan kaum perempuan untuk mengambil peran di ranah publik dalam hal ini bidang politik dalam kuota 30 persen tersebut.

- Advertisement -

“Kegiatan ini mendiskusikan kuota 30 persen Partisipasi Perempuan di bidang politik, apakah sekadar partisipasi atau sudah merepresentasikan kapasitas perempuan. Diskusi ini bisa merefleksikan kita kaum perempuan, juga membawa Kohati lebih mengambil peran di ranah publik, bahkan sebagai pengambil kebijakan di Indonesia,” papar Masnia dalam laporannya, Senin (27/03/2023).

Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga (HAL) Kohati PB HMI, Nurmaida Saana sebagai bidang yang menginisiasi talkshow politik ini mengatakan bahwa perempuan sama halnya dengan kaum laki-laki yang mempunyai kualifikasi di ranah politik.

BERITA TERBARU

spot_img

EKONOMI

TERPOPULER