JCCNetwork.id- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan harga hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 masih dalam kondisi stabil. Hingga pertengahan Mei 2026, belum ditemukan adanya lonjakan harga sapi kurban di sejumlah sentra penjualan maupun penyedia resmi milik daerah.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, Pemprov DKI terus memantau perkembangan harga hewan kurban untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Idul Adha dengan tenang tanpa terbebani kenaikan harga yang signifikan.
Menurut Pramono, hingga saat ini pemerintah daerah belum menerima laporan terkait adanya lonjakan harga sapi kurban di wilayah Jakarta. Stabilitas harga tersebut dinilai tidak lepas dari kesiapan stok yang telah dipersiapkan sejak jauh hari oleh Perumda Dharma Jaya sebagai salah satu pemasok utama hewan kurban di ibu kota.
“Untuk kurban, sampai hari ini kami belum mendapatkan isu mengenai kenaikan,” kata Pramono di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (12/5).
Ia menjelaskan, ketersediaan hewan kurban yang mencukupi menjadi faktor penting dalam menjaga kestabilan harga di pasaran. Perumda Dharma Jaya disebut telah melakukan langkah antisipasi dengan menyiapkan pasokan sapi dari berbagai daerah sentra peternakan sebelum momentum Idul Adha tiba.
Berdasarkan daftar harga yang dipublikasikan melalui akun penjualan resmi Dharma Jaya, sapi jenis Bali, Kupang, dan Sumbawa dijual mulai Rp14 juta per ekor dengan kisaran harga Rp72 ribu per kilogram. Sementara sapi jenis limousin, simental, dan PO dipasarkan mulai Rp29 juta atau sekitar Rp73 ribu per kilogram.
Adapun untuk kategori sapi limousin super, harga yang ditawarkan mencapai Rp51 juta per ekor dengan kisaran Rp74 ribu per kilogram. Harga tersebut dinilai masih berada dalam batas wajar dan relatif stabil dibandingkan periode sebelumnya.
“Jadi harganya masih sesuai dengan yang ada karena Dharma Jaya sendiri sudah mempersiapkan dari jauh-jauh hari,” ujar Pramono.
Pramono menegaskan, Pemprov DKI Jakarta akan terus mengawasi distribusi dan pasokan hewan kurban guna menghindari spekulasi harga menjelang hari raya. Pemerintah juga memastikan distribusi hewan ternak berjalan lancar agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Selain menjaga pasokan, pemerintah daerah juga melakukan pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban untuk memastikan hewan yang dijual memenuhi standar kesehatan dan layak disembelih sesuai syariat.
Mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan itu menambahkan, apabila terjadi kenaikan harga dalam beberapa pekan ke depan, angkanya diperkirakan masih berada dalam batas inflasi dan tidak akan memberatkan masyarakat.
“Dengan demikian, mudah-mudahan kurban di Jakarta kalau toh naiknya tidak lebih daripada inflasi. Itulah yang kami lakukan,” pungkasnya.
Pemprov DKI berharap stabilitas harga dan ketersediaan stok hewan kurban dapat membantu masyarakat menyambut Idul Adha dengan lebih nyaman, sekaligus menjaga daya beli warga di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang hari besar keagamaan.




