JCCNetwork.id- Kegiatan ekspor komoditas unggulan kembali menguatkan posisi Provinsi Lampung di pasar internasional. Pelabuhan Regional 2 Panjang melepas ekspor perdana tepung tapioka ke Tiongkok dengan total volume mencapai 3.330 ton dan nilai transaksi sekitar Rp26 miliar, Selasa.
Pengiriman tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hilirisasi hasil pertanian daerah, khususnya komoditas singkong yang selama ini menjadi salah satu andalan Lampung. Produk turunan singkong seperti tepung tapioka dinilai memiliki potensi besar untuk terus menembus pasar global, seiring meningkatnya permintaan dari berbagai negara di Asia dan kawasan lainnya.
Ekspor ini dilaksanakan oleh CV Intan Group sebagai mitra Pelindo Regional 2 Panjang. Selain Tiongkok, perusahaan juga membuka peluang ekspansi pasar ke sejumlah negara lain yang saat ini masih dalam tahap penjajakan dan negosiasi dagang.
Acara pelepasan ekspor turut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hadir pula perwakilan dari instansi terkait seperti Balai Karantina, KSOP Kelas I Panjang, Bea Cukai Kanwil Sumbagbar, serta asosiasi maritim.
CEO Intan Group Jeremy Gozal menyatakan bahwa pengiriman perdana ini menjadi momentum penting bagi perusahaan dalam memperluas jangkauan pasar internasional. Ia menilai produk tepung tapioka asal Lampung memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat global.
“Ekspor perdana ini merupakan langkah strategis bagi kami untuk memperluas pasar internasional, khususnya ke Tiongkok. Kami optimistis produk tepung tapioka dari Lampung memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.
Di sisi lain, pihak karantina menegaskan bahwa seluruh proses ekspor telah melalui prosedur yang ketat. Plt Deputi Bidang Karantina Tumbuhan, Drama Panca Putra, memastikan komoditas yang dikirim telah memenuhi standar negara tujuan, baik dari sisi keamanan maupun kualitas.
“Kami memastikan seluruh proses karantina, baik untuk komoditas ikan maupun tumbuhan, telah memenuhi standar dan persyaratan negara tujuan, sehingga produk yang diekspor aman, sehat, dan memiliki daya saing tinggi,” jelasnya.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebut ekspor tersebut sebagai bukti bahwa komoditas daerah memiliki daya saing tinggi di pasar internasional. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus memberikan dukungan kepada pelaku usaha untuk meningkatkan volume ekspor.
“Pelepasan ekspor ini menunjukkan bahwa Lampung mampu menjadi pemain penting dalam perdagangan internasional. Pemerintah Provinsi Lampung akan terus mendorong kemudahan dan dukungan bagi pelaku usaha agar ekspor semakin meningkat,” ungkap Gubernur.
Sementara itu, General Manager Pelindo Regional 2 Panjang, Hardianto, menegaskan kesiapan pihaknya dalam mendukung kelancaran aktivitas logistik. Ia menyebut sinergi antarinstansi menjadi faktor penting dalam menjaga efisiensi distribusi barang ekspor.
“Sebagai pengelola pelabuhan sekaligus pemilik lahan tempat berlangsungnya kegiatan ini, Pelindo Regional 2 Panjang berkomitmen memberikan layanan terbaik guna memastikan kelancaran proses ekspor. Sinergi antar stakeholder menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor logistik,” ujar Hardianto.
Pelepasan ini diharapkan tidak hanya menjadi pencapaian sesaat, tetapi juga membuka peluang ekspor berkelanjutan bagi produk turunan singkong. Selain itu, Pelabuhan Panjang diproyeksikan semakin memperkuat perannya sebagai pusat logistik utama di wilayah Sumatera bagian selatan.



