Tolak UU Cipta Kerja, Partai Buruh Segera Layangkan Judicial Review ke MK

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Partai Buruh menolak
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) 2/2022 tentang Cipta Kerja (Ciptaker). Untuk itu Partai Buruh bakal mengajukan judicial review terhadap Perppu Ciptaker yang baru saja disahkan DPR RI menjadi undang-undang (UU) tersebut.

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal menjelaskan, gugatan judicial review ke Mahkamah Konstitusi terhadap UU Cipta Kerja bakal dilayangkan pada tanggal 15 April 2023. Ada dua gugatan yakni formil dan materiil.

- Advertisement -

“Terkait uji materiil, yang akan diuji adalah pasal-pasal terkait upah minimum, outsourcing, buruh kontrak, pesangon, PHK, pengaturan jam kerja, pengaturan cuti, TKA, hingga sanksi pidana yang dihilangkan,” kata Said Iqbal kepada wartawan.

Iqbal mengaku, buruh tidak dilibatkan dalam public hearing saat pembuatan UU Cipa Kerja. Sehingga tidak ada partisipasi yang bermakna dalam penyusunannya.

Partai Buruh juga akan memasukkan gugatan Permenaker No 5 Tahun 2023 ke PTUN Jakpus pada tanggal 3 April mendatang dan tanggal 9 April memasukkan judicial review ke Mahkamah Agung terhadap Permenaker tersebut.

- Advertisement -

“Kami juga akan melaporkan ke polisi perusahaan yang memotong upah. Permenaker lebih rendah dari Undang Undang. Sementara di Undang Undang jelas, membayar upah buruh di bawah upah minimum adalah tindak pidana kejahatan yang bisa dipenjara satu hingga empat tahun,” tutup Said Iqbal.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Jepang Kerahkan 180 Personel Tangani Karhutla

JCCNetwork.id- Pemerintah Jepang mengerahkan 180 personel militernya untuk membantu Indonesia menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Dukungan tersebut menjadi...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER

An Se-young Bawa 33 Kemenangan

Indonesia Lolos Piala Asia U-20

Lazio Sempurna di Serie A

BGN Tutup 1.999 Dapur MBG Tak Ber-SLHS

DNB Amankan Cadangan Emas di London

RUU Perampasan Aset Soroti Pajak