JCCNetwork.id – Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan peningkatan kualitas rest area di jalan tol akan difokuskan pada aspek kebersihan, kerapian, dan standar pelayanan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan publik yang tengah didorong pemerintah.
Pernyataan itu disampaikan Dony saat meninjau Rest Area Travoy KM 88A dan KM 88B di ruas Tol Cipularang, Selasa (21/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, ia mengevaluasi kondisi fasilitas sekaligus memastikan percepatan pengembangan kawasan yang setiap hari melayani sekitar 7.000 hingga 10.000 kendaraan.
“Yang utama adalah kebersihan dan kerapian. Prinsip yang dipegang oleh Bapak Presiden adalah agar semua pelayanan publik kita menjadi lebih baik,” kata Dony dikutip dari Antara, Selasa (21/7/2026).
Saat ini, Rest Area Travoy KM 88A dan KM 88B telah dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari SPBU, SPKLU, masjid, area UMKM, hingga berbagai tenant.
Ke depan, kawasan tersebut akan dijadikan proyek percontohan transformasi rest area dengan standar pelayanan yang lebih modern dan terintegrasi.
Selain meninjau fasilitas yang telah tersedia, Dony juga mengecek rencana penataan kawasan yang mencakup perluasan kapasitas parkir, pembenahan fasilitas komunal, serta penambahan layanan baru guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Menurutnya, standar pelayanan yang diterapkan tidak hanya berlaku bagi rest area yang dikelola BUMN.
Pemerintah juga akan mendorong pengelola rest area lainnya untuk menerapkan standar serupa.
Dony menegaskan, pengelola yang tidak bersedia memenuhi standar pelayanan tersebut berpotensi dikenai sanksi berupa penutupan akses.
“Kami juga akan memberitahukan kepada pihak pengelola rest area yang bukan milik kita. Jika mereka tidak mau mengikuti standar yang ditetapkan, kami akan memblokir dan menutup aksesnya. Hal ini dilakukan agar masyarakat juga dapat merasakan manfaatnya,” ujar Dony.
Transformasi rest area tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan tempat singgah bagi pengguna jalan tol, tetapi juga menciptakan ruang pelayanan publik yang lebih tertata, nyaman, dan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi masyarakat.
























