JCCNetwork.id- Harga sejumlah kebutuhan pokok dan komoditas pertanian di pasar tradisional Jakarta dan Surabaya mengalami perubahan sepanjang pekan ini. Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai merah keriting dan berbagai jenis sayuran yang harganya terus merangkak naik.
Kondisi tersebut mulai dirasakan para pedagang maupun konsumen. Selain harus menghadapi kenaikan harga barang dagangan, pedagang juga dihadapkan pada menurunnya daya beli masyarakat yang berdampak terhadap aktivitas jual beli di pasar tradisional.
Di Pasar Patra, Jakarta Barat, harga cabai merah keriting mengalami lonjakan cukup tajam. Dalam kurun waktu satu hari, harga komoditas tersebut meningkat dari sebelumnya Rp60.000 menjadi Rp80.000 per kilogram.
Kenaikan sebesar Rp20.000 per kilogram itu membuat pedagang kesulitan menyesuaikan harga jual. Terlebih, kondisi pasar yang relatif sepi menyebabkan mereka tidak leluasa menaikkan harga meskipun biaya untuk mendapatkan barang dagangan semakin tinggi.
Selain cabai merah keriting, pasokan tepung ketan di pasar tersebut juga dilaporkan mengalami kelangkaan. Kondisi terbatasnya ketersediaan barang turut mendorong kenaikan harga sekitar Rp3.000 hingga Rp4.000.
Tarmi, salah seorang pedagang di Pasar Patra yang juga menjalankan usaha warung kopi dan gorengan, mengaku semakin kesulitan mempertahankan usahanya di tengah kenaikan harga bahan baku.
Menurut dia, peningkatan biaya belanja tidak sebanding dengan pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan. Bahkan, kondisi pasar yang sepi disebut telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan terakhir.
“Pasar itu sepinya luar biasa, sudah sekitar tiga bulanan ini sepi sekali. Pendapatan kadang tidak menutup kebutuhan sehari-hari. Bahkan hampir tiap hari saya nombok, karena uang hasil jualan tidak cukup untuk modal belanja keesokan harinya akibat harga yang terus naik,” keluh Tarmi, dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Rabu 4 November 2026, dikutip.
Situasi tersebut membuat pedagang harus memutar otak agar tetap bisa menjalankan usaha. Mereka menghadapi dilema antara menaikkan harga jual untuk menutup biaya modal atau mempertahankan harga agar pelanggan tidak semakin berkurang.
Di tengah kenaikan beberapa komoditas, sejumlah bahan pangan lainnya di Jakarta masih menunjukkan pergerakan harga yang relatif terkendali.
Harga cabai rawit merah tercatat berada pada kisaran Rp70.000 hingga Rp75.000 per kilogram. Sementara itu, bawang merah dijual sekitar Rp35.000 sampai Rp40.000 per kilogram.
Adapun harga telur ayam masih bertahan di kisaran Rp26.000 per kilogram. Perbedaan pergerakan harga tersebut menunjukkan bahwa tekanan kenaikan belum terjadi secara merata pada seluruh komoditas pangan.
Kondisi serupa juga ditemukan di Pasar Soponyono, Kota Surabaya, Jawa Timur. Sejumlah komoditas sayuran mengalami kenaikan harga yang cukup terasa dalam aktivitas perdagangan sehari-hari.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan serta data Sistem Informasi Harga Kebutuhan Pokok milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, mayoritas komoditas sayur-mayur dan hasil pertanian mengalami kenaikan dengan rata-rata mencapai 15 persen.
Beberapa jenis sayuran yang mengalami kenaikan antara lain tomat buah, sawi daging, sawi putih, buncis, dan mentimun.
Kenaikan harga tersebut turut memengaruhi aktivitas perdagangan di pasar. Pedagang mengaku kesulitan menjual barang dagangannya karena masyarakat mulai membatasi pembelian akibat meningkatnya pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Shinta, salah seorang pedagang sayur di Pasar Soponyono, mengatakan mahalnya harga berbagai kebutuhan membuat transaksi jual beli semakin sulit. Kondisi itu berdampak langsung terhadap pendapatan pedagang yang bergantung pada aktivitas pasar setiap hari.
“Jualnya sekarang sulit sekali, soalnya semua kebutuhan serba mahal. Harapannya pemerintah bisa segera menurunkan harga, biar pedagang dan pembeli sama-sama senang dan lancar jual-belinya,” harap Shinta.
Meski sebagian besar komoditas sayuran mengalami kenaikan, perkembangan harga pangan di Surabaya tidak seluruhnya menunjukkan tren peningkatan.
Salah satu komoditas yang justru mengalami penurunan adalah telur ayam. Harga telur yang sebelumnya berada di kisaran Rp25.000 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp22.000 hingga Rp23.000 per kilogram.
Penurunan tersebut memberikan sedikit ruang bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan pengeluaran yang lebih rendah.
Sementara itu, sejumlah kebutuhan pokok utama lainnya seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir masih terpantau stabil. Harga ketiga komoditas tersebut juga disebut masih berada dalam batas Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah.
Perkembangan harga pangan di Jakarta dan Surabaya ini memperlihatkan adanya perbedaan kondisi pada setiap komoditas. Kenaikan harga cabai dan sayuran menjadi tekanan tersendiri bagi pedagang serta konsumen, sedangkan stabilnya sejumlah bahan pokok dan turunnya harga telur memberikan sedikit penyeimbang.
Para pedagang berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menjaga kestabilan harga sekaligus memastikan ketersediaan pasokan di pasar tradisional. Dengan demikian, kenaikan biaya belanja tidak semakin membebani masyarakat dan aktivitas perdagangan dapat kembali berjalan lebih baik.
























