JCCNetwork.id- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Jumat (6/11). Hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat berpeluang mengguyur berbagai daerah, disertai potensi angin kencang di beberapa lokasi.
Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di wilayah Sarmi dan Nabire, Papua. Sementara itu, sejumlah daerah lainnya diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
BMKG menjelaskan, kondisi cuaca tersebut berkaitan dengan dinamika atmosfer yang masih mendukung pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia. Masyarakat pun diminta tidak mengabaikan perubahan cuaca, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.
Di sisi lain, sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim hujan secara bertahap pada November 2026. Meski demikian, peningkatan curah hujan belum berlangsung secara serentak dan merata di seluruh wilayah Tanah Air.
Perkembangan musim hujan tersebut juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor iklim, termasuk fenomena El Nino kategori sangat kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang masih memberikan pengaruh terhadap kondisi atmosfer di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Dalam keterangan yang disampaikan melalui laman resminya, BMKG memperkirakan awal musim hujan pada November 2026 terjadi di 185 Zona Musim (ZOM). Jumlah tersebut mencakup sekitar 24,66 persen dari keseluruhan luas daratan Indonesia.
Sementara itu, pada Desember 2026, awal musim hujan diperkirakan meluas ke 266 ZOM dengan cakupan sekitar 17,31 persen luas daratan Indonesia.
“BMKG memprakirakan awal musim hujan pada November 2026 terjadi di 185 Zona Musim (ZOM) atau mencakup 24,66 persen luas daratan Indonesia, dan berlanjut pada Desember 2026 di 266 ZOM atau 17,31 persen luas daratan Indonesia,” tulis BMKG melalui laman resminya.
BMKG juga mengidentifikasi adanya aktivitas atmosfer yang berpotensi memperkuat pembentukan awan hujan dalam sepekan mendatang. Salah satunya adalah Madden-Julian Oscillation (MJO) yang diperkirakan memengaruhi sejumlah wilayah Indonesia bagian barat dan selatan.
Selain MJO, Gelombang Kelvin juga berpeluang aktif di kawasan Indonesia bagian timur. Aktivitas kedua fenomena atmosfer tersebut dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan.
Peluang terbentuknya awan hujan semakin meningkat apabila kondisi tersebut disertai kelembapan udara yang tinggi, pola pergerakan angin yang mendukung, serta kondisi atmosfer yang labil.
Perpaduan sejumlah faktor tersebut membuat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, bahkan sangat lebat, berpeluang terjadi di sejumlah daerah. BMKG juga mengingatkan adanya kemungkinan angin kencang yang dapat muncul secara lokal.
Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak diminta memperhatikan perkembangan prakiraan cuaca dan informasi peringatan dini. Langkah antisipasi diperlukan untuk mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan akibat perubahan cuaca secara tiba-tiba.
Curah hujan tinggi dalam durasi tertentu berpotensi menyebabkan genangan air hingga banjir, terutama di kawasan yang memiliki sistem drainase kurang optimal. Kondisi tersebut juga dapat mengganggu perjalanan masyarakat, baik melalui jalur darat maupun aktivitas transportasi lainnya.
Selain hujan lebat, angin kencang juga perlu diwaspadai karena berpotensi mengakibatkan pohon tumbang, baliho roboh, hingga kerusakan pada bangunan dan fasilitas umum yang memiliki konstruksi kurang kuat.
BMKG mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca melalui situs web dan kanal komunikasi resmi lembaga tersebut. Informasi terkini diperlukan agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas berdasarkan kondisi cuaca di daerah masing-masing.
Daftar Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Jumat, 6 November 2026
Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah Indonesia yang berpotensi mengalami hujan pada Jumat (6/11) terbagi dalam dua kategori intensitas.
1. Hujan Lebat hingga Sangat Lebat
Sarmi
Nabire
2. Hujan Sedang hingga Lebat
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Kepulauan Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Barat
Papua Barat Daya
Papua Barat
Papua Tengah
Papua
Papua Pegunungan
Papua Selatan
Dengan adanya potensi hujan di berbagai wilayah tersebut, masyarakat diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem. Kewaspadaan terutama diperlukan bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir, genangan, maupun kawasan yang berisiko terdampak angin kencang.
























