JCCNetwork.id- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyepakati rencana pertemuan di Amerika Serikat dalam waktu dekat.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam percakapan melalui sambungan telepon antara kedua pemimpin.
Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan pembicaraan itu turut menegaskan pentingnya hubungan strategis antara Israel dan Amerika Serikat.
Meski demikian, hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai waktu pelaksanaan pertemuan tersebut.
Media Israel, Kan, melaporkan agenda pertemuan diperkirakan berlangsung di Gedung Putih.
Pada periode yang sama, Presiden Lebanon Joseph Aoun juga disebut dijadwalkan melakukan kunjungan ke Washington.
Mengutip Anadolu Agency, Sabtu (4/7/2026), Trump juga dikabarkan berupaya mempertemukan Netanyahu dengan Aoun.
Namun, rencana tersebut diperkirakan menghadapi kendala setelah muncul laporan bahwa Presiden Lebanon sebelumnya menolak melakukan komunikasi langsung melalui telepon dengan Netanyahu.
Rencana pertemuan Trump dan Netanyahu berlangsung di tengah dinamika hubungan Washington dan Tel Aviv.
Salah satu pemicunya adalah kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang dicapai pada 18 Juni 2026 dan disebut memunculkan kekhawatiran di pihak Israel.
Sebelumnya, Trump juga sempat melontarkan kritik terhadap kebijakan Netanyahu, khususnya terkait situasi di Lebanon.
Presiden AS itu bahkan menilai langkah Netanyahu dapat menghambat upaya Washington dalam mendorong proses perdamaian dengan Teheran.
Sejumlah laporan media internasional dalam beberapa waktu terakhir juga mengindikasikan meningkatnya ketegangan hubungan antara Trump dan Netanyahu, meski kedua pemimpin kini sepakat untuk menggelar pertemuan guna membahas berbagai isu strategis.


