Layanan RSUD Soetomo Tetap Berjalan Pascakebakaran

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pelayanan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya dipastikan tetap berjalan normal setelah insiden kebakaran yang terjadi di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT), Jumat pagi. Manajemen rumah sakit menyatakan proses evakuasi pasien berlangsung cepat sehingga dampak insiden dapat diminimalkan.

“Kami memastikan pelayanan rumah sakit tetap berjalan dengan penyesuaian operasional pada sejumlah area terdampak serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan dan keamanan fasilitas rumah sakit,” kata Direktur Utama RSUD Dr Soetomo Surabaya Cita Rosita Sigit Prakoeswa.

- Advertisement -

Direktur Utama Cita Rosita Sigit Prakoeswa menegaskan pihak rumah sakit langsung mengaktifkan prosedur tanggap darurat sesaat setelah titik api terdeteksi sekitar pukul 06.30 WIB. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan pasien, tenaga kesehatan, keluarga pasien, hingga pengunjung rumah sakit.

Menurutnya, dalam waktu kurang dari 30 menit, rumah sakit telah membentuk tim penanganan darurat yang dipimpin Incident Commander dengan empat koordinator utama. Tim tersebut bertugas menangani pemadaman api, evakuasi pasien, pengamanan alat medis, serta penyelamatan dokumen penting rumah sakit.

“Dalam 30 menit pertama telah diaktifkan Incident Commander dengan empat koordinator, yakni koordinator api, koordinator evakuasi pasien, koordinator pengamanan peralatan medis, dan koordinator pengamanan dokumen,” katanya.

- Advertisement -

“Prioritas utama penanganan insiden adalah keselamatan pasien, keluarga pasien, pengunjung, dan petugas rumah sakit,” katanya.

Sebanyak 44 pasien yang berada di area terdampak berhasil dipindahkan ke sejumlah ruang pelayanan lain di lingkungan rumah sakit. Beberapa lokasi yang digunakan sebagai ruang perawatan sementara antara lain Ruang Observasi Intensif (ROI), High Care Unit (HCU) Graha Amerta, ruang buffer Instalasi Gawat Darurat (IGD), hingga Intensive Care Unit (ICU) Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT).

Manajemen rumah sakit memastikan seluruh pasien tetap memperoleh pelayanan medis selama proses pemindahan berlangsung. Tim dokter dan perawat yang sebelumnya menangani pasien juga tetap mendampingi guna memastikan terapi, pengobatan, serta pemantauan kondisi pasien berjalan tanpa gangguan.

Dalam proses evakuasi tersebut, dua pasien di ruang Intensive Cardiac Care Unit (ICCU) mendapat penanganan prioritas karena bergantung pada ventilator. Kedua pasien kemudian dipindahkan ke ruang resusitasi IGD untuk mendapatkan tindakan lanjutan.

Dari dua pasien tersebut, satu pasien berhasil distabilkan kondisinya. Sementara satu pasien lainnya meninggal dunia ketika proses stabilisasi berlangsung. Pasien tersebut diketahui merupakan pasien rujukan pascaoperasi jantung yang berada dalam kondisi kritis serta menjalani perawatan intensif menggunakan ventilator dan terapi cuci darah.

Pihak rumah sakit menyebut petugas internal sempat melakukan pemadaman awal menggunakan sistem proteksi kebakaran gedung sebelum personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tiba di lokasi kejadian.

Upaya cepat petugas dinilai berhasil mengendalikan kobaran api sehingga kebakaran tidak merembet ke lantai maupun area lain di kompleks rumah sakit. Setelah proses penanganan selesai dilakukan, kondisi di lokasi dinyatakan aman dan terkendali.

“Kondisi di lokasi kejadian dinyatakan aman dan terkendali, sedangkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang,” ujarnya.

Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Manajemen rumah sakit juga menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dan keselamatan fasilitas guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Ferdy Sambo Kuliah S2 Teologi dari Penjara

JCCNetwork.id- Mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo, diketahui tengah menjalani pendidikan magister atau S2 Teologi melalui program beasiswa yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Global Glow...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER