Pemerintah Targetkan 25 Proyek PSEL Rampung 2028

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Zulkifli Hasan menegaskan percepatan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai langkah strategis pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah nasional yang dinilai semakin darurat.

Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (14/5/2026), Menteri Koordinator Bidang Pangan yang akrab disapa Zulhas itu mengatakan pemerintah pusat akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara guna mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan.

- Advertisement -

“Target dari sinergi itu sangat jelas, yakni menyelesaikan kedaruratan sampah di puluhan kabupaten/kota dalam tiga tahun ke depan dengan teknologi ramah lingkungan,” ujar Zulhas di Jakarta, dikutip Kamis (14/5/2026).

Sebagai bagian dari percepatan program, PT Danantara Investment Management telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah pemerintah daerah untuk pembangunan PSEL di enam wilayah, yakni Lampung, Serang, Medan, Semarang, Bogor-Depok, dan Kabupaten Bekasi.

“Ditandatangani MoU antara Danantara dengan pemda untuk percepatan pembangunan PSEL di enam lokasi, yaitu Lampung, Serang, Medan, Semarang, Bogor-Depok, dan Kabupaten Bekasi,” kata Zulhas.

- Advertisement -

Menurut Zulhas, proyek tersebut diprioritaskan bagi daerah dengan volume sampah lebih dari 1.000 ton per hari yang masuk kategori darurat sampah.

Pemerintah menargetkan pembangunan hampir 25 lokasi PSEL yang mencakup 62 kabupaten dan kota di Indonesia.

“Ditargetkan hampir 25 lokasi dengan 62 kabupaten/kota yang di atas 1.000 ton. Nanti di bawah 1.000 kita selesaikan bergantian, tapi target yang darurat dulu,” ujarnya.

Ia menilai penanganan sampah harus segera dilakukan karena timbunan sampah telah memicu pencemaran tanah, air, dan udara serta mengancam kesehatan masyarakat.

Bahkan, di sejumlah daerah, tinggi timbunan sampah disebut telah mencapai setara 14 hingga 15 lantai bangunan.

“Yang harus dipercepat menjadi energi bersih, listrik. Tanpa bau dan tanpa racun,” tuturnya.

Pemerintah, lanjut Zulhas, menargetkan separuh proyek PSEL rampung pada 2027 dan sisanya selesai pada Mei 2028.

“Dalam tiga tahun ke depan, separuh akan selesai 2027, separuh lagi Mei 2028,” kata Zulhas.

Teknologi yang digunakan diklaim mampu mengolah sampah menjadi energi listrik tanpa menimbulkan bau maupun racun berbahaya.

Sementara itu, Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menyebut proyek PSEL tersebut diperkirakan membutuhkan pendanaan hingga 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp87 triliun.

“Terima kasih atas dorongan percepatannya, Pak Menko. Ini merupakan proyek pengolahan sampah yang akan secara fundraising mencapai 5 miliar dolar AS (sekitar Rp87 triliun), jadi ini bukan nilai yang kecil. Ini proyek persampahan terbesar di dunia dari sisi fundraising dan salah satu tercepat dari sisi proses,” ujar Pandu.

Menurut Pandu, proyek tersebut menjadi salah satu program pengolahan sampah terbesar di dunia dari sisi penggalangan dana dan ditargetkan berjalan dengan proses percepatan tinggi.

“Waktu kita sangat kecil, jadi semua harus bekerja sama, semua bergerak cepat,” jelas Pandu, menekankan.

Ia menegaskan keberhasilan proyek tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi juga dukungan pemerintah daerah dan masyarakat dalam pengelolaan sampah dari sumbernya.

“Kami memberikan penghargaan, apresiasi yang dilakukan Pak Gubernur ini (terkait gerakan pilah sampah) karena ini akan menjadi inspirasi atau menjadi contoh bagi daerah-daerah di Tanah Air,” ujar Zulkifli Hasan di Jakarta, Minggu, saat menghadiri acara Gerakan Pilah Sampah sekaligus pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta.

Sebelumnya, Zulhas juga mengapresiasi gerakan pilah sampah yang dijalankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan menilai program tersebut dapat menjadi contoh nasional dalam pengurangan sampah rumah tangga melalui pemisahan sampah organik, anorganik, dan bahan berbahaya.

“Yang paling berat itu memang sampah dari rumah. Memilah, memilah,” tutur Zulhas.

“Sampah musuh kita. Musuh Jakarta kemarin dan hari ini. Besok, setelah pengumuman Pak Gubernur, sampah mulai dipilah. Itu satu gerakan yang luar biasa, sehingga kita akan menyelesaikan sampah nanti menjadi harapan dan menjadi listrik penerang Jakarta,” ujar Zulhas menambahkan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

BI Musnahkan 466 Ribu Uang Palsu

JCCNetwork.id- Bank Indonesia bersama Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) memusnahkan ratusan ribu lembar uang rupiah palsu hasil sitaan dari berbagai daerah di Indonesia....

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER