Jukir Liar Cengkareng Ditertibkan, Tujuh Orang Diamankan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Aksi juru parkir liar kembali memicu keresahan di kawasan exit tol menuju lampu merah Cengkareng dari arah Kembangan, Jakarta Barat.

Keluhan publik mencuat setelah beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan dugaan praktik pemalakan disertai intimidasi terhadap pengendara.

- Advertisement -

Dalam rekaman tersebut, sejumlah oknum terlihat meminta uang secara paksa.

Tidak hanya itu, terdapat dugaan ancaman perusakan kendaraan, seperti menggores mobil, apabila pengendara menolak memberikan uang.

Situasi ini dinilai meresahkan karena lokasi kejadian merupakan titik rawan kemacetan.

- Advertisement -

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas gabungan dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, TNI, dan Polri menggelar operasi penertiban pada Selasa (14/4/2026).

Kegiatan dilakukan secara intensif dengan melibatkan lintas instansi untuk menekan praktik jukir liar di wilayah Cengkareng.

Komandan Satpol PP Kecamatan Cengkareng, Sukarlan, mengatakan operasi tersebut merupakan bagian dari kegiatan rutin yang diperkuat dengan dukungan aparat terkait.

“Hari ini kita melakukan kegiatan rutin, tetapi sedikit lebih intensif dengan kekuatan besar dan melakukan koordinasi lintas instansi. Didukung dengan Polantas, TNI, dan Dinas Perhubungan, melakukan operasi penjangkauan pak ogah di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat,” ujar Sukarlan.

Ia menegaskan, kolaborasi ini bertujuan meningkatkan efektivitas penertiban di lapangan.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan tujuh orang yang diduga terlibat praktik jukir liar.

Dua di antaranya ditangkap di kawasan exit tol Rawa Buaya yang kerap dilaporkan sebagai lokasi serupa.

Proses penertiban sempat diwarnai upaya pelarian dan perlawanan dari sejumlah oknum sebelum akhirnya berhasil diamankan.

Praktik jukir liar sendiri bukan fenomena baru di Jakarta.

Mereka umumnya beroperasi di titik-titik kemacetan, persimpangan, hingga akses keluar-masuk tol dengan dalih membantu mengatur arus lalu lintas.

Namun, praktik tersebut kerap disertai pungutan liar yang merugikan pengguna jalan.

Sukarlan mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada jukir liar. Menurutnya, kebiasaan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat praktik ini sulit diberantas.

“Saya mohon, mohon dengan sangat kepada para pengguna jalan untuk tidak memberikan rupiah. Selama saudara-saudara memberikan rupiah kepada mereka, mereka sulit untuk diberantas. Demikian, Satpol PP, TNI, Polri hadir untuk membantu masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah berharap, melalui operasi terpadu dan peningkatan kesadaran masyarakat, keberadaan jukir liar dapat ditekan.

Selain penegakan hukum, edukasi kepada publik dinilai penting untuk mencegah praktik pungutan liar terus berulang di jalanan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Rupiah Melemah, Dolar AS Sentuh Rp17.929

JCCNetwork.id- Nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan terbaru. Tekanan terhadap mata uang Garuda dipicu oleh kombinasi sentimen...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER