JCCNetwork.id- Informasi yang beredar di media sosial mengenai kebijakan pemotongan gaji pejabat negara hingga 70 persen untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tidak benar.
Unggahan yang beredar luas di platform Instagram menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pemangkasan besar-besaran terhadap gaji dan tunjangan seluruh pejabat negara. Dana dari pemotongan tersebut diklaim akan dialihkan untuk mendukung pembiayaan program MBG.
“Presiden perintahkan potong 70% gaji dan tunjungan seluruh pejabat diindonesia, supaya bisa dialihkan untuk program MBG”
Namun, hasil penelusuran menunjukkan tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah maupun laporan dari media kredibel yang membenarkan adanya kebijakan tersebut. Tidak ditemukan bukti valid yang menyatakan bahwa pemerintah berencana memotong penghasilan pejabat sebagai sumber pendanaan program tersebut.
Konten yang dijadikan dasar klaim juga diketahui tidak memiliki keterkaitan dengan isu pemotongan gaji. Informasi tersebut sebenarnya merujuk pada pernyataan Presiden Prabowo yang menyampaikan belasungkawa atas insiden kecelakaan yang menewaskan seorang pengemudi ojek online.
Dengan demikian, narasi yang menyebut adanya pemotongan dan pengalihan gaji pejabat negara untuk program MBG merupakan informasi menyesatkan. Klaim tersebut dikategorikan sebagai hoaks karena tidak didukung fakta maupun sumber resmi.
Pemerintah diimbau terus meningkatkan literasi digital masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat juga diminta untuk selalu memeriksa kebenaran informasi melalui sumber resmi sebelum menyebarkannya kembali.



