JCCNetwork. id- Presiden China Xi Jinping secara resmi mengundang Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Beijing.
Langkah ini dianggap sebagai upaya China untuk mempererat hubungan bilateral dengan Korea Selatan di tengah dinamika geopolitik kawasan Asia Timur yang kian kompleks.
Menurut keterangan Penasihat Keamanan Nasional Korea Selatan, Wi Sung Iac, Lee Jae Myung dijadwalkan tiba di Beijing pada Senin, 5 Januari 2026, untuk bertemu langsung dengan Xi Jinping.
Setelah pertemuan di ibu kota China itu, Presiden Korea Selatan akan melanjutkan kunjungan ke Shanghai untuk melihat situs bersejarah yang menjadi simbol pemerintahan sementara Korea Selatan selama masa penjajahan Jepang selama 35 tahun.
Mengutip laporan Al Jazeera pada Jumat (2/1/2026) yang merujuk pada kantor berita Yonhap, pertemuan antara kedua kepala negara diperkirakan akan membahas sejumlah agenda strategis.
Di antaranya adalah kerja sama dalam bidang investasi rantai pasokan, pengembangan sektor pariwisata, hingga upaya bersama dalam menanggulangi kejahatan transnasional yang berdampak pada keamanan regional.
Selain itu, kehadiran Lee Jae Myung di Beijing juga dinilai sebagai momentum diplomasi untuk mendorong China memainkan peran konstruktif dalam mencari solusi atas permasalahan di Semenanjung Korea, termasuk isu keamanan dan perdamaian jangka panjang.
Para analis menyoroti bahwa Beijing tampak ingin memperkuat pengaruhnya dalam diplomasi kawasan melalui hubungan bilateral yang lebih erat dengan Seoul.
Pertemuan ini menjadi yang kedua antara Xi Jinping dan Lee Jae Myung hanya dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Para pengamat menilai jarak waktu yang singkat antara pertemuan pertama dan kedua mencerminkan minat besar China untuk memperkuat hubungan dengan Korea Selatan, terutama menjelang kunjungan Lee Jae Myung ke Jepang.
Hal ini juga dipandang sebagai langkah strategis Beijing untuk memanfaatkan momentum diplomatik sebelum interaksi Korea Selatan dengan negara-negara kunci lainnya di Asia Timur.
Dengan latar belakang tersebut, kunjungan kenegaraan ini tidak hanya menjadi simbol diplomasi bilateral, tetapi juga mencerminkan dinamika geopolitik yang lebih luas di kawasan, di mana China berupaya memperkuat peranannya sekaligus mendorong stabilitas di Semenanjung Korea.























