TNGR Kerahkan Tim Padamkan Karhutla Rinjani

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Kebakaran lahan melanda kawasan Puncak Setampol, Resor Torean, Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Balai TNGR langsung mengerahkan tim gabungan untuk melakukan penanganan setelah titik kebakaran terpantau pada Selasa (22/9/2026) malam.

 

- Advertisement -

Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Rinjani NTB, Astekita Ardi, mengatakan lokasi kebakaran berada di kawasan puncak Setampol, Torean. Namun, titik api tersebut berada di luar jalur resmi pendakian Gunung Rinjani.

 

“Lokasi kejadian kebakaran berada di luar jalur pendakian Gunung Rinjani,” ujar Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Rinjani NTB Astekita Ardi di Mataram, Rabu, 23 September 2026, melansir Antara.

- Advertisement -

 

Menurut Astekita, keberadaan kebakaran pertama kali diketahui petugas pada Selasa sekitar pukul 18.50 Wita. Setelah menerima informasi tersebut, Balai TNGR segera melakukan langkah awal dengan menyiapkan personel untuk menuju lokasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kondisi kebakaran.

 

Petugas juga melakukan asesmen guna mengetahui tingkat keparahan serta memperkirakan luasan kawasan yang terdampak api. Namun, karena laporan diterima ketika hari telah malam, keberangkatan tim ke lokasi tidak dapat langsung dilakukan.

 

Faktor keselamatan personel menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan waktu pergerakan menuju titik kebakaran. Tim kemudian diberangkatkan pada Rabu (23/9/2026) untuk melaksanakan penanganan secara langsung.

 

“Mempertimbangkan faktor keselamatan personel dan waktu kejadian yang telah memasuki malam hari, keberangkatan tim dilaksanakan pada hari ini,” katanya.

 

Saat petugas melakukan penanganan, Balai TNGR masih mengumpulkan data mengenai kondisi kebakaran. Hingga Rabu, luas lahan yang terbakar belum dapat dipastikan karena proses asesmen masih berlangsung di lapangan.

 

Selain luasan area, petugas juga masih melakukan pendataan terhadap jenis dan kondisi vegetasi yang terdampak api. Penyebab munculnya kebakaran pun belum dapat disimpulkan dan masih menjadi bagian dari pemeriksaan petugas.

 

Balai TNGR menyatakan pemantauan terhadap kawasan tersebut terus dilakukan untuk memastikan perkembangan kondisi api. Koordinasi antarpersonel juga diperkuat agar proses pemadaman dapat berjalan dengan mempertimbangkan kondisi medan dan keselamatan petugas.

 

“Petugas saat ini sedang melakukan upaya pemadaman,” tegas Astekita.

 

Kebakaran tersebut terjadi ketika sejumlah wilayah NTB masih menghadapi kondisi cuaca kemarau. Kondisi vegetasi yang relatif kering pada musim tersebut dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran apabila terdapat sumber api.

 

Karena itu, Balai TNGR kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika berada di kawasan konservasi Gunung Rinjani. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada pengunjung dan pendaki agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api.

 

Petugas meminta pendaki tidak membuang puntung rokok secara sembarangan. Selain itu, aktivitas pembakaran sampah juga diingatkan untuk tidak dilakukan karena dapat menjadi sumber penyebaran api di tengah kondisi lingkungan yang kering.

 

“Kondisi cuaca saat ini telah memasuki musim kemarau. Kami mengimbau para pendaki tidak membuang puntung rokok sembarangan atau melakukan pembakaran sampah yang dapat menyebabkan kebakaran lahan,” jelas dia.

 

Balai TNGR juga terus memantau kondisi kawasan untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran. Informasi mengenai perkembangan pemadaman, luas area terdampak, vegetasi yang terbakar, maupun penyebab kebakaran akan diketahui setelah proses asesmen petugas di lapangan selesai dilakukan.

 

Kebakaran di kawasan konservasi menjadi perhatian karena Gunung Rinjani tidak hanya merupakan kawasan wisata pendakian, tetapi juga memiliki ekosistem hutan dan vegetasi yang perlu dilindungi. Pengendalian sumber api menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan tersebut, terutama selama periode kemarau.

 

Dengan masih berlangsungnya proses pemadaman dan asesmen, Balai TNGR meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat meningkatkan risiko kebakaran di kawasan taman nasional. Petugas juga tetap melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi di sekitar lokasi kebakaran tetap terkendali.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Karhutla Gunung Butak Meluas ke Blitar

JCCNetwork.id- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Butak dan Gunung Kawi, Jawa Timur, meluas hingga wilayah Kabupaten Blitar. Perambatan api ke lereng...

Harga iPhone 2027 Berpotensi Naik

40 Ribu Hektare Sawah Aceh Dipulihkan

Kebakaran Landa Pasar Mobil Kemayoran

Indonesia Amankan Laga Perdana

Persija Bidik Kemenangan Ketiga di Bali

BPS Catat Harga Beras Kembali Naik

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER