Banjir Nepal-Tiongkok Tewaskan 543 Orang

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Banjir bandang dan longsor yang menerjang wilayah perbatasan Nepal dan Tiongkok menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Hingga Jumat, 28 Agustus 2026, sedikitnya 543 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara lebih dari 1.200 orang masih dinyatakan hilang.

Sebagian besar korban tercatat di Nepal. Pemerintah Nepal melaporkan sedikitnya 538 orang tewas setelah banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah sejak Rabu. Di sisi lain, otoritas Tiongkok mengonfirmasi tambahan dua korban meninggal pada Jumat, sehingga jumlah korban tewas di wilayah Daerah Otonomi Xizang atau Tibet mencapai lima orang.

- Advertisement -

Dengan tambahan korban dari kedua negara tersebut, jumlah kematian akibat bencana mencapai 543 orang.

Sungai Meluap, Permukiman Tersapu
Bencana terjadi setelah hujan deras memicu banjir besar dan longsor di sejumlah kawasan utara dan tengah Nepal. Aliran air yang sangat deras menerjang permukiman di sekitar Sungai Bhotekoshi dan Sungai Trishuli.

Material longsor, kendaraan, bangunan, dan berbagai puing terbawa arus ke wilayah hilir. Tim penyelamat bahkan menemukan sejumlah jenazah yang terseret jauh dari lokasi awal terjadinya banjir.

- Advertisement -

Kondisi tersebut membuat proses identifikasi korban dan pencarian warga yang belum ditemukan menjadi semakin sulit. Sejumlah wilayah terdampak juga berada di kawasan terpencil dengan akses transportasi yang terbatas.

Pemerintah Nepal kembali mengeluarkan peringatan terkait potensi banjir susulan. Peringatan tersebut dikeluarkan setelah sebuah danau penghalang atau barrier lake yang terbentuk akibat bencana dilaporkan jebol dan mengalirkan air dalam jumlah besar menuju sistem sungai di Nepal.

Situasi ini meningkatkan risiko bagi masyarakat yang berada di sepanjang aliran sungai, khususnya wilayah hilir yang sebelumnya telah terdampak banjir.

Lebih dari 1.200 Orang Belum Ditemukan
Selain jumlah korban meninggal yang terus bertambah, pencarian terhadap lebih dari 1.200 orang masih berlangsung di Nepal dan Tibet.

Kementerian Luar Negeri Nepal mencatat 596 orang dari 33 negara masih dilaporkan hilang. Dewan Pariwisata Nepal juga mencatat 127 warga Nepal yang hingga kini belum ditemukan.

Di wilayah Tibet, pemerintah Tiongkok melaporkan 558 orang masih hilang. Dari jumlah tersebut, sekitar 260 orang merupakan warga negara asing.

Jika seluruh data tersebut digabungkan, jumlah orang yang masih hilang mencapai sekitar 1.281 orang. Angka tersebut mencakup warga Nepal, warga negara asing, serta orang-orang yang berada di wilayah terdampak ketika bencana terjadi.

Warga negara India menjadi kelompok warga asing dengan jumlah laporan kehilangan terbesar di Nepal. Sedikitnya 288 warga India dilaporkan belum ditemukan.

Sebagian warga India yang hilang diketahui bekerja pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Trishuli-1, yang berada di kawasan terdampak bencana.

Puluhan Ribu Warga Terdampak
Dampak bencana tidak hanya terlihat dari jumlah korban jiwa. Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah memperkirakan sekitar 93.000 orang terdampak di Nepal.

“Ribuan rumah hancur atau mengalami kerusakan parah, sementara sejumlah jembatan hanyut dan jalan utama rusak,” kata organisasi tersebut dalam pernyataan pada Jumat.

Penilaian mengenai jumlah warga terdampak masih dilakukan karena petugas belum dapat menjangkau seluruh kawasan yang terkena banjir dan longsor.

Kerusakan terjadi pada rumah warga, jalan, serta jembatan yang menjadi penghubung antarkawasan. Sejumlah rumah dilaporkan hancur atau mengalami kerusakan berat, sedangkan beberapa jembatan tersapu arus banjir.

Putusnya jaringan transportasi menyebabkan sejumlah komunitas terisolasi. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap proses evakuasi dan distribusi bantuan, terutama ke wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Palang Merah dan Bulan Sabit Merah menyatakan kerusakan infrastruktur serta lokasi sejumlah permukiman yang terpencil menjadi tantangan utama dalam menentukan skala kerusakan secara keseluruhan.

“Lokasi wilayah yang terpencil, ditambah kerusakan infrastruktur, semakin menyulitkan upaya untuk menilai skala penuh bencana maupun menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang paling membutuhkan,” lanjutnya.

Evakuasi Berlangsung di Tibet
Di wilayah Tiongkok, proses evakuasi juga dilakukan terhadap warga dan pekerja yang berada di kawasan terdampak.

Kantor berita Xinhua melaporkan sejumlah warga, pekerja konstruksi, dan wisatawan di wilayah Gyirong, Tibet, telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Tim penyelamat masih bekerja untuk mencari orang-orang yang belum ditemukan. Operasi dilakukan di tengah kondisi medan yang sulit serta kerusakan pada sejumlah jalur transportasi.

Pemerintah Tiongkok terus melakukan pencarian terhadap ratusan orang yang masih dinyatakan hilang di kawasan tersebut.

Nepal Mulai Petakan Kerusakan
Pemerintah Nepal kini mulai melakukan evaluasi terhadap dampak bencana. Penilaian mencakup kerusakan infrastruktur, kebutuhan evakuasi, kondisi masyarakat terdampak, serta kebutuhan bantuan kemanusiaan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Nepal, Lok B. Chhetri, mengatakan aparat keamanan masih menjadi bagian utama dalam penanganan situasi darurat di kawasan bencana.

“Institusi keamanan kami saat ini menangani situasi secara efektif,” kata Chhetri dalam pernyataan tertulis kepada Anadolu.

Menurut pemerintah Nepal, kebutuhan bantuan internasional akan ditentukan berdasarkan hasil penilaian di lapangan. Bantuan dapat diminta secara khusus untuk kebutuhan tertentu apabila diperlukan dalam tahapan penanganan bencana.

Hingga kini, operasi pencarian dan penyelamatan melibatkan Angkatan Darat Nepal, Kepolisian Nepal, dan Armed Police Force.

Helikopter dikerahkan untuk menjangkau daerah yang terisolasi, mengevakuasi warga, serta membawa korban selamat keluar dari kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Sementara itu, personel penyelamat di darat menyisir tepian sungai, permukiman, serta kawasan hilir yang menjadi jalur utama aliran banjir.

Keberadaan Wisatawan Masih Diverifikasi
Selain mencari warga dan pekerja yang hilang, pemerintah Nepal juga melakukan pendataan terhadap wisatawan yang berada di kawasan terdampak saat bencana terjadi.

Dewan Pariwisata Nepal masih memverifikasi keberadaan wisatawan dan pelancong yang berada atau melintas di wilayah Rasuwa, Nuwakot, dan Dhading.

Proses pendataan menjadi lebih sulit karena sejumlah akses jalan dan fasilitas transportasi mengalami kerusakan.

Dengan jumlah korban meninggal yang telah mencapai 543 orang dan lebih dari 1.200 orang masih belum ditemukan, operasi pencarian dan penyelamatan di Nepal serta Tibet masih menjadi prioritas. Pemerintah kedua negara juga terus mengevaluasi kerusakan untuk menentukan kebutuhan penanganan dan bantuan pada tahap berikutnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Rian/Daniel Tembus Semifinal

JCCNetwork.id- Ganda putra Indonesia Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino melaju ke semifinal Polytron Pontianak International Challenge 2026. Tiket empat besar diraih setelah mereka mengalahkan pasangan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER