Pemkot Bengkulu Bergerak Atasi Krisis Air

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, memperkuat penanganan dampak musim kemarau dengan mendistribusikan air bersih ke sejumlah permukiman warga yang mengalami kekeringan.

 

- Advertisement -

Bantuan tersebut saat ini diprioritaskan untuk masyarakat di empat kelurahan yang dilaporkan mengalami kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penyaluran dilakukan secara bersama-sama oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), dan PDAM Tirta Hidayah Kota Bengkulu.

 

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bengkulu I Made Ardana mengatakan, pihaknya menerima laporan masyarakat mengenai kondisi kekeringan di sejumlah wilayah. Laporan tersebut kemudian menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mengerahkan armada tangki guna memenuhi kebutuhan air warga.

- Advertisement -

 

“Dapat kami sampaikan terkait dengan penyaluran air bersih untuk masyarakat di Kota Bengkulu dan berdasarkan laporan dari warga terdapat empat kelurahan yang mengalami kekeringan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bengkulu I Made Ardana di Bengkulu, dilansir Antara, Rabu, 23 September 2026.

 

Sejumlah wilayah yang menjadi sasaran utama distribusi air bersih antara lain Kelurahan Tebeng, Beringin Raya, Sawah Lebar, serta kawasan di sekitarnya.

 

Hingga saat ini, volume air bersih yang telah didistribusikan kepada masyarakat di wilayah terdampak telah mencapai jutaan liter. Pemerintah memastikan penyaluran dilakukan untuk membantu warga yang mulai kesulitan mendapatkan air akibat kondisi kemarau.

 

Dalam pelaksanaannya, petugas mengerahkan mobil tangki yang membawa air bersih langsung menuju permukiman warga. Air tersebut kemudian dialirkan menggunakan selang ke tempat penampungan yang telah disiapkan masyarakat.

 

Pola distribusi tersebut dilakukan agar bantuan dapat diterima langsung oleh warga yang membutuhkan, terutama masyarakat yang mengalami keterbatasan akses terhadap sumber air bersih.

 

BPBD Kota Bengkulu menyatakan penyaluran tidak hanya terbatas pada empat kelurahan yang saat ini menjadi prioritas. Pemerintah daerah masih membuka kemungkinan memperluas distribusi ke kawasan lain apabila terdapat laporan mengenai kekeringan.

 

Karena itu, masyarakat diminta segera melaporkan apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Laporan dapat disampaikan melalui layanan darurat 112 maupun secara langsung kepada BPBD, Damkar, atau PDAM Tirta Hidayah.

 

“Kami meminta agar masyarakat yang mengalami kekeringan untuk tidak ragu menghubungi layanan darurat 112 atau menghubungi langsung ke BPBD, Damkar maupun PDAM,” terang Made.

 

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pemerintah dapat mengetahui kondisi di lapangan secara lebih cepat sekaligus menentukan wilayah yang membutuhkan prioritas distribusi air.

 

BPBD juga memastikan kesiapsiagaan tetap dilakukan selama musim kemarau berlangsung. Petugas akan memantau laporan masyarakat dan mengatur pendistribusian air secara bertahap sesuai dengan kebutuhan di masing-masing lokasi.

 

Penyaluran air bersih menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam menjaga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di tengah terbatasnya ketersediaan air. Bantuan tersebut terutama diarahkan kepada warga yang sumber airnya mulai berkurang atau tidak lagi mencukupi kebutuhan rumah tangga.

 

Selain mengandalkan distribusi bantuan, pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan air secara efisien. Warga diminta mengurangi penggunaan air yang tidak mendesak dan menjaga sumber air yang masih tersedia.

 

“Penyaluran ini akan kami lakukan secara berkala dan menyasar titik-titik lain yang membutuhkan. Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mulai menghemat penggunaan air serta bijak dalam memanfaatkan sumber air yang ada selama musim kemarau berlangsung,” ungkap dia.

 

Pemkot Bengkulu melalui instansi terkait akan terus mengevaluasi kondisi di sejumlah wilayah untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan. Koordinasi antara BPBD, Damkar, PDAM, serta perangkat daerah lainnya juga dilakukan agar kebutuhan air masyarakat dapat ditangani secara cepat.

 

Dengan mekanisme pelaporan tersebut, pemerintah berharap warga yang mengalami krisis air tidak menunggu hingga kondisi semakin parah. Informasi dari masyarakat akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan lokasi distribusi bantuan berikutnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Ratusan Ribu Rokok Ilegal Disita

JCCNetwork.id— Bea Cukai Teluk Nibung menggagalkan pengiriman ratusan ribu batang rokok ilegal yang diangkut menggunakan mobil boks di Jalan Lintas Sumatra, Kecamatan Air Batu,...

Emas Antam Tembus Rp2,638 Juta

Banjir Bandang Terjang Solok

Suahasil Ungkap Dampak Impor Ilegal

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER