Iran Bersiap Hadapi Perang Besar

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id — Angkatan Bersenjata Iran menerbitkan instruksi pertahanan nasional yang mengatur langkah pemerintah menghadapi tiga kemungkinan perkembangan konflik, yakni berakhirnya perang, gencatan senjata, dan pecahnya perang dalam skala besar.

Instruksi tersebut diterbitkan Kepala Staf Mayor Jenderal Ali Abdollahi dalam rangka Program Peringatan Pertahanan Pasif Iran 2026.

- Advertisement -

Dokumen itu memuat 10 poin yang menjadi pedoman kesiapsiagaan nasional, sebagaimana dilaporkan Fars News, Selasa (15/9/2026).

Dalam skenario perang skala besar, pemerintah Iran diminta membatasi penyelenggaraan pertemuan publik dalam jumlah besar maupun kegiatan yang melibatkan kerumunan sementara.

Prioritas diarahkan pada kesiapan operasional, keberlangsungan layanan penting, pengelolaan sumber daya, bantuan kepada masyarakat, serta koordinasi antarlembaga.

- Advertisement -

Berbeda dengan kondisi perang terbuka, skenario gencatan senjata yang belum diikuti penyelesaian konflik secara permanen akan berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.

Pemerintah juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman perang hibrida serta menjaga keamanan informasi.

Sementara itu, apabila perang dinyatakan berakhir, Iran akan mengaktifkan kembali berbagai latihan, pelatihan, dan program kesiapsiagaan masyarakat yang telah direncanakan.

Instruksi tersebut juga memerintahkan pembaruan rencana operasional dengan mempertimbangkan pengalaman Iran dalam menghadapi konflik yang disebut sebagai

“perang kedua dan ketiga” Iran.

Iran sebelumnya telah menerbitkan instruksi pertahanan pasif serupa pada 2024 dan 2025.

Namun, kebijakan terbaru memiliki cakupan berbeda karena secara khusus memetakan respons untuk tiga kondisi konflik di tengah perang yang masih berlangsung dengan Amerika Serikat.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya menyatakan tidak menginginkan perang dengan Washington terus berlanjut.

Dalam pertemuan dengan pimpinan universitas pada Jumat (11/9/2026), ia menekankan perlunya memperkuat ketahanan nasional untuk menghadapi perkembangan berikutnya.

“Saya tidak mendukung kelanjutan perang, tetapi kita harus memperkuat ketahanan negara dalam menghadapi perkembangan yang akan datang,” kata Pezeshkian saat ditanya mengenai konflik dengan Washington.

Pezeshkian juga meminta pemerintah menerapkan kebijakan ekonomi dengan mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat.

Menurutnya, kebijakan yang tidak disusun secara matang berisiko memperburuk persoalan yang hendak diselesaikan.

Di sektor pendidikan, Pezeshkian mendorong keterlibatan mahasiswa, khususnya Generasi Z, dalam mencari solusi atas persoalan sosial.

“Kita harus memanfaatkan kontribusi para mahasiswa Generasi Z untuk menyelesaikan persoalan masyarakat, serta memastikan mereka berpartisipasi dalam memberikan solusi, bukan terlibat dalam aksi protes,” ucapnya.

Ia juga menegaskan keterbukaannya untuk bekerja sama dengan berbagai kelompok politik dalam menghadapi krisis nasional.

Konflik Iran-Amerika Serikat dan Israel bermula pada 28 Februari.

Teheran kemudian merespons dengan serangan rudal ke Israel serta menyerang sejumlah target dan pangkalan militer AS di kawasan.

Ketegangan tersebut turut berdampak pada Selat Hormuz setelah Iran mengumumkan penutupan jalur pelayaran strategis tersebut.

“Masih ada musuh yang membenci kita,” kata Hegseth, seraya memperingatkan bahwa pihak lawan terus berupaya membatasi kekuatan AS dan membunuh warga Amerika, serta menambahkan bahwa Washington tetap “waspada” dalam menghadapi ancaman semacam itu.
Beralih ke topik Iran, Hegseth mengatakan bahwa AS telah “meluluhlantakkan” pihak yang dia sebut sebagai “sponsor negara untuk terorisme paling produktif di dunia” selama enam bulan terakhir.
Gangguan di salah satu jalur utama perdagangan energi dunia itu memicu kekhawatiran terhadap distribusi minyak dan aktivitas perdagangan internasional.

“kematian” bagi AS selama “hampir setengah abad,” serta bersorak atas serangan 11 September dan mensponsori serangan terhadap warga Amerika selama beberapa dekade.

“Namun, mereka tidak memperhitungkan presiden ini,” kata Hegseth, merujuk pada Trump.

Pada 18 Juni, Washington dan Teheran sempat mencapai nota kesepahaman yang mencakup pengheentian operasi militer, jaminan pelayaran kapal komersial melalui Selat Hormuz, serta rencana negosiasi untuk mencapai kesepakatan final dalam 60 hari.

Namun, kesepahaman tersebut tidak berjalan sesuai rencana.

Bentrokan kembali terjadi pada Juli setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran dan menerapkan kembali blokade laut terhadap pelabuhan Iran.

Dari Washington, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada Jumat (11/9/2026) menyatakan pemerintah AS berkomitmen mengakhiri konflik dengan Iran.

“Kami terus mengirim para teroris ke tempat yang semestinya bagi mereka, neraka, dan kapal-kapal tanker ke dasar laut, tempat yang memang menjadi tujuan mereka,” kata Hegseth.

Pernyataan itu disampaikan dalam upacara peringatan 25 tahun serangan 11 September 2001 di Pentagon.

Hegseth mengklaim operasi militer AS telah menghancurkan sejumlah kemampuan militer Iran, termasuk unsur angkatan udara, angkatan laut, dan pertahanan udara.

Ia juga menegaskan Washington akan terus memberikan tekanan terhadap Teheran untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

Terkait Selat Hormuz, Hegseth menyatakan Amerika Serikat menguasai jalur strategis tersebut.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Washington akan berupaya menuntaskan perang dengan Iran.

“tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” sementara tekanan ekonomi terhadap Teheran terus diperketat.
“Kami menguasai Selat itu,” ujar Hegseth, merujuk pada Selat Hormuz.
“Kami akan menuntaskan perang ini,” katanya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kimi Antonelli Juara GP Amerika Serikat 2026

JCCNetwork.id – Pembalap Mercedes, Kimi Antonelli, meraih kemenangan pada Grand Prix (GP) Amerika Serikat 2026 di Circuit of the Americas, Austin, Texas, Senin (26/10/2026)...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Blak-blakan di Depan OJK, KDM Sebut Birokrasi Perbankan Indonesia Rumit #shorts #trending
01:32
Video thumbnail
Depan OJK Dedi Mulyadi Soroti Rumitnya Birokrasi Perbankan Indonesia
08:57
Video thumbnail
Bahlil Ungkap Kecurigaan, LNG Indonesia ke Singapura Diduga Dijual ke Negara Lain #shorts #trending
01:16
Video thumbnail
Bahlil Ungkap Kecurigaan soal LNG Indonesia Dikirim ke Singapura, Diduga Dijual Lagi ke Negara Lain
05:46
Video thumbnail
Prabowo Cairkan Rp3 Miliar untuk Atlet Asian Games Berprestasi
03:56
Video thumbnail
Sudaryono Unjuk Kemampuan Bicara Bahasa Jepang di Forum MBG #shorts #trending
01:52
Video thumbnail
Momen Kepala BGN Sudaryono Fasih Bahasa Jepang Saat Bahas MBG
08:56
Video thumbnail
7 Bulan Terpuruk, Peternak Telur Cerita ke Mentan Amran, Begini Responsnya #shorts #trending
02:01
Video thumbnail
7 Bulan Terpuruk, Peternak Telur Cerita ke Mentan Amran, Begini Responsnya
09:10
Video thumbnail
Jualan Online Tak Lagi Bebas Pajak? Adik Prabowo Beberkan Rencana Prabowo-Gibran
08:14
Video thumbnail
Gebrakan Mentan Amran, Pemerintah Siapkan Rp1 Triliun untuk Peternak #shorts #trending
01:48
Video thumbnail
Rp1 Triliun Digelontorkan, Mentan Amran Beberkan Skema Baru untuk Dukung Peternakan
10:53
Video thumbnail
Pesan Tegas Buat Singapura Jangan Anggap Remeh Indonesia
08:25
Video thumbnail
Tak Main-main Sudaryono Beberkan Strategi Masa Depan MBG Usai Dapat Saran Menohok Prof Gema
16:06
Video thumbnail
Daftar 20 Korporasi Tersangka Karhutla, Perusahaan Singapura hingga Korsel Muncul #shorts #trending
01:53
Video thumbnail
Momen Mentan Amran Beri Kebebasan Bagi Petani
02:01
Video thumbnail
Terungkap, 20 Korporasi Tersangka Karhutla, Perusahaan Singapura hingga Korsel Ikut Terseret
11:10
Video thumbnail
Celetukan Bahlil soal Minyak Sebut Sekarang Lebih Dicari daripada Emas #shorts #trending
00:59
Video thumbnail
Sambil Tertawa, Bahlil Singgung Minyak yang Kini Lebih Dicari daripada Emas
10:43
Video thumbnail
Sudaryono Video Call Rocky Gerung saat Galau Pimpin BGN #shorts #trending
01:38

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER