Kekuasaan Etis Guru Dalam Pembinaan Siswa

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Oleh: Melanius Emanuel Mataus Oematan– Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Kekerasan dalam dunia pendidikan masih terjadi di sekolah hingga saat ini. Beberapa waktu lalu, dunia pendidikan heboh dengan peristiwa kekerasan yang dilakukan kepala sekolah kepada siswa karena kedapatan merokok di sekolah. Kasus ini bukan satu-satunya kasus yang terjadi di sekolah. Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), pada tahun 2024 ada 573 kasus kekerasan di sekolah yang dilakukan oleh guru yang terdiri dari 81 kekerasan di Lembaga Pendidikan di Jawa Timur, 56 kasus di Jawa barat, Jawa Tengah 45 kasus, Banten 32 Kasus, dan Jakarta 30 kasus. Data ini menunjukkan bahwa kekerasan dalam dunia pendidikan masih kerap terjadi dalam proses pendidikan di sekolah.

- Advertisement -

Beragam Respon

Pada Tanggal 23 Oktober 2025, stasiun televisi TV One menyiarkan debat antara pemerhati pendidikan dan perwakilan PGRI. Tema yang dibicarakan dalam debat itu adalah kasus siswa ditampar kepala sekolah karena merokok. Pemerhati pendidikan memandang tindakan ‘menampar’ sebagai bentuk kekerasan yang tidak boleh dilakukan. Menarik, dalam debat tersebut perwakilan PGRI mengeluarkan pernyataan bahwa kekerasan oleh guru terhadap siswa yang melakukan kekerasan fisik diperbolehkan apabila sistem dan masyarakat tidak mendukung guru.

Kedua tokoh debat tersebut mewakili 2 kubu yang muncul setelah kasus kekerasan tersebut yang dilakukan kepala sekolah terhadap siswa yang merokok. Hal ini menimbulkan pertanyaan mendasar, apakah kekerasan diperbolehkan dalam pembinaan siswa ketika siswa melakukan pelanggaran berat? Ataukah ada penyalahgunaan kekuasaan guru dalam proses pembinaan siswa?

- Advertisement -

Batas Etis Kekuasaan Guru Dalam Pembinaan Siswa

Dalam proses penyelesaian masalah yang terjadi dalam kasus kekerasan di sekolah oleh guru, alasan yang digunakan guru adalah pembinaan moral siswa. Menurut Muhammad Ilham dan Pambudi Handoyo S.Sos, M.A, dalam peristiwa kekerasan, oknum guru berdalih untuk menegakkan kedisiplinan bagi siswa di sekolah. Tujuan ini tentu sejalan dengan konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara di mana guru bukan saja sebagai pengajar tetapi juga sebagai penjaga moral dan teladan moral bagi siswa.
Dalam menjalankan fungsinya tersebut, guru memiliki kekuasaan untuk mendidik siswa menjadi individu yang bermoral. Dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen ditegaskan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Ini adalah sumber kekuasaan guru.

Namun, kekuasaan guru ini dibatasi oleh nilai-nilai moral. Domenec Mele (2019) menegaskan bahwa kekuasaan wajib digunakan untuk memperjuangkan keadilan dan keadilan hanya bisa terwujud dengan menghargai martabat manusia. Penggunaan kekuasaan untuk mewujudkan martabat manusia ini dilakukan dalam dua cara yakni dengan menghindari perilaku yang melanggar martabat manusia dan menghargai hak-hak dasar manusia.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Hujan Belum Padamkan Karhutla di Jambi

JCCNetwork.id- Hujan yang mulai mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Jambi belum mampu menghentikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang,...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Bahlil Jamin BBM Subsidi Tak Naik, Tegaskan Sesuai Perintah Presiden #shorts #trending
01:36
Video thumbnail
Bahlil Tegaskan Arahan Prabowo soal BBM Subsidi: Harga Tetap, Rakyat Indonesia Tenang
13:36
Video thumbnail
Bahas RUU Perampasan Aset, DPR Soroti Sikap Mahasiswa UI yang Dinilai Berbeda saat di Lapangan
08:25
Video thumbnail
Sikap Tegas Bahlil soal Ekspor Gas: Jangan Ajari Kita soal Komitmen Kontrak
09:03
Video thumbnail
Momen Hangat Amran ke Petani, Topi dan Selendang Dipakaikan Langsung #shorts #trending
01:56
Video thumbnail
TR Jeritan Warga ke Prabowo Rumah Dibedah Tak Tuntas, Rakyat Terpaksa Ngontrak #shorts #trending
02:20
Video thumbnail
Momen Penuh Keakraban, Mentan Amran Pakaikan Topi dan Selendang Langsung ke Petani
09:13
Video thumbnail
Kenapa Rakyat Jangan Berharap Lagi ke DPR Selama 3 Tahun Kedepan? #shorts #trending
01:37
Video thumbnail
Rocky Gerung Celetuk Soal Gaji Wantimpres Rp76 Juta, Tak Ada Gunanya #shorts #trending
02:00
Video thumbnail
Blak-blakan Rocky Gerung, Gaji Wantimpres Rp76 Juta Disebut Tak Ada Gunanya
09:34
Video thumbnail
Bahlil Pasang Sikap Tegas, Tak Hargai Indonesia, Ekspor Gas Bisa Disetop #shorts #trending
02:00
Video thumbnail
DPR Hanya Pajangan, Sekarang Hanya Satu Orang Kuat Menentukan Segala Sesuatu, Siapa Dia? #shorts
01:38
Video thumbnail
Bahlil Tak Segan Hentikan Ekspor Gas ke Negara yang Tak Menghormati RI
10:41
Video thumbnail
Mahasiswa Blak-blakan Pertanyakan Kinerja Rocky Gerung Jadi Wantimpres Prabowo #shorts #trending
02:01
Video thumbnail
Mahasiswa Blak-blakan Pertanyakan Kinerja Rocky Gerung Jadi Wantimpres Prabowo
09:55
Video thumbnail
Detik-Detik Mentan Amran Jadi Pusat Perhatian di Lampung
08:51
Video thumbnail
DPR Tak Berani Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja #shorts
01:46
Video thumbnail
Eks Cawapres 2019 Buka Suara soal Polemik Ijazah yang Diributkan Hari Ini
08:23
Video thumbnail
Ibu 81 Tahun Mengadu ke Menkum, Hartanya Beralih Lewat Pengampuan Tanpa Sepengetahuan Keluarga
08:51
Video thumbnail
Di Forum Titipan Rakyat Formappi Sebut DPR Tak Berani Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja ke Prabowo
19:23

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER