JCCNetwork.id – Pembalap Mercedes, Kimi Antonelli, meraih kemenangan pada Grand Prix (GP) Amerika Serikat 2026 di Circuit of the Americas, Austin, Texas, Senin (26/10/2026) dini hari WIB.
Strategi satu kali pit stop mengantarkan pembalap asal Italia itu finis terdepan, mengungguli Charles Leclerc dari Ferrari dan Max Verstappen yang memperkuat Red Bull.
Antonelli menyelesaikan balapan sepanjang 56 lap dengan catatan waktu 1 jam 35 menit 16,650 detik.
Ia unggul 13,078 detik atas Leclerc yang finis di posisi kedua, sedangkan Verstappen menempati urutan ketiga dengan selisih 17,485 detik dari pemenang.
Kemenangan tersebut menjadi kemenangan kesembilan Antonelli sepanjang musim Formula 1 (F1) 2026.
Hasil di Austin sekaligus memperkuat posisinya dalam persaingan gelar juara dunia, meski kepastian gelar belum diperoleh pada seri ini.
Antonelli mengawali balapan dengan memanfaatkan start Verstappen yang kurang optimal.
Kesempatan tersebut membawanya mengambil alih posisi terdepan sejak lap pertama.
Setelah memimpin, pembalap Mercedes itu menjaga konsistensi kecepatan melalui strategi satu kali pit stop.
Antonelli memperpanjang penggunaan ban medium sebelum beralih ke ban keras untuk menyelesaikan balapan.
Strategi tersebut terbukti efektif ketika sejumlah rivalnya memilih dua kali masuk pit.
Antonelli mampu mempertahankan keunggulan hingga finis, meskipun balapan sempat dinetralkan melalui penerapan Virtual Safety Car (VSC) menjelang akhir lomba.
Leclerc mengamankan posisi kedua setelah melakukan manuver penting pada fase akhir balapan.
Hasil tersebut memperpanjang catatan podium pembalap Ferrari itu menjadi dua seri secara beruntun.
Sementara itu, Verstappen harus menghadapi kendala pada mobil Red Bull yang dikendarainya.
Namun, pembalap asal Belanda tersebut tetap mampu mempertahankan posisi ketiga hingga bendera finis dikibarkan.
Rekan setim Leclerc, Lewis Hamilton, melengkapi hasil positif Ferrari dengan finis di posisi keempat.
Adapun Lando Norris dari McLaren harus puas menempati urutan kelima setelah mengalami penurunan performa ban menjelang akhir lomba.
Isack Hadjar membawa Red Bull finis di posisi keenam, diikuti Oscar Piastri dari McLaren di urutan ketujuh.
George Russell yang memperkuat Mercedes mengakhiri balapan di posisi kedelapan.
Liam Lawson menempati peringkat kesembilan, sedangkan Pierre Gasly melengkapi 10 besar untuk Alpine.
Nico Hulkenberg harus puas finis di urutan ke-11, di depan Arvid Lindblad dan Gabriel Bortoleto.
Bortoleto berhasil menY8yelesaikan balapan meskipun harus menghadapi penalti grid sebanyak 80 posisi.
Sementara itu, Esteban Ocon finis di urutan ke-14, diikuti dua pembalap Aston Martin, Lance Stroll dan Fernando Alonso.
Williams juga gagal membawa pulang poin dari Austin.
Alex Albon finis di posisi ke-17, sedangkan Carlos Sainz menempati urutan ke-18. Hasil tersebut memperpanjang catatan Williams tanpa poin menjadi tiga seri berturut-turut.
Sergio Perez dari Cadillac berada di posisi ke-19.
Tiga pembalap tercatat gagal menyelesaikan balapan, yakni Valtteri Bottas dari Cadillac, Franco Colapinto dari Alpine, dan Oliver Bearman dari Haas.
Bottas menjadi pemicu penerapan VSC setelah mobilnya harus menepi di sisi lintasan.
Netralisasi balapan pada beberapa lap terakhir sempat memengaruhi jalannya persaingan, tetapi tidak mengubah posisi Antonelli sebagai pemenang.
Klasemen Pembalap F1 2026
Berdasarkan data klasemen yang disertakan, Antonelli memimpin persaingan dengan 365 poin.
Namun, posisi para pesaing terdekatnya perlu dicermati karena terdapat perbedaan angka antara narasi dan tabel klasemen sumber.
Dengan kemenangan di Austin, Antonelli semakin memperkuat peluangnya untuk merebut gelar juara dunia F1 2026.
KKMercedes pun memperoleh hasil penting melalui kemenangan pembalap mudanya dalam persaingan musim ini.
























