Minyak Brent Tembus USD115, Risiko Pasokan Meningkat

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan pada perdagangan Senin, 26 Oktober 2026, setelah sempat menguat tajam menjelang akhir pekan. Koreksi harga terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, menyusul serangkaian serangan terhadap Arab Saudi yang memicu kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi global.

 

- Advertisement -

Meski mengalami penurunan, harga minyak masih bertahan di level tinggi. Risiko gangguan produksi dan distribusi minyak, terutama akibat eskalasi konflik yang melibatkan kelompok Houthi, Iran, dan Amerika Serikat, menjadi faktor yang terus diperhatikan oleh pelaku pasar.

 

Dikutip dari Investing, kontrak berjangka minyak mentah Amerika Serikat atau West Texas Intermediate (WTI) turun sebesar USD1,60 atau 1,55 persen menjadi USD101,67 per barel.

- Advertisement -

 

Sementara itu, minyak mentah Brent yang menjadi acuan harga minyak internasional terkoreksi USD1,56 atau 1,34 persen ke posisi USD115,16 per barel.

 

Penurunan tersebut terjadi setelah kedua acuan minyak mencatatkan penguatan pada perdagangan Jumat sebelumnya. Saat itu, harga minyak melonjak hampir USD3 per barel setelah serangan kelompok Houthi di wilayah Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan terganggunya pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.

 

Dalam perdagangan selama sepekan, harga Brent tercatat menguat sekitar 6 persen. Adapun WTI membukukan kenaikan sebesar 2,3 persen pada akhir perdagangan Jumat.

 

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pasar minyak masih sangat sensitif terhadap perkembangan keamanan di kawasan penghasil energi utama dunia. Meskipun harga terkoreksi pada awal pekan, ancaman terhadap fasilitas produksi, infrastruktur energi, dan jalur pelayaran strategis berpotensi kembali mendorong kenaikan harga.

 

Serangan Houthi Picu Kekhawatiran Pasokan

 

Ketegangan di Arab Saudi masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar minyak. Kelompok Houthi dilaporkan melanjutkan serangannya sepanjang akhir pekan, dengan menyatakan telah menargetkan bandara dan fasilitas minyak Arab Saudi pada Sabtu.

 

Pemerintah Arab Saudi kemudian menyampaikan bahwa sistem pertahanan negaranya kembali berhasil mencegat sejumlah rudal dan pesawat nirawak atau drone pada Minggu.

 

Serangan tersebut meningkatkan perhatian terhadap keamanan infrastruktur strategis Arab Saudi, yang merupakan salah satu negara pengekspor minyak terbesar di dunia. Gangguan terhadap fasilitas energi negara itu berpotensi menimbulkan dampak yang meluas, terutama apabila memengaruhi kapasitas produksi maupun distribusi minyak ke pasar internasional.

 

Arab Saudi juga mulai mengoperasikan kembali sebagian fasilitas di bandara utamanya pada Minggu setelah mengalami kerusakan akibat serangan Houthi sebelumnya.

 

Namun, pemulihan aktivitas tersebut belum sepenuhnya menghilangkan kekhawatiran mengenai risiko serangan lanjutan. Kelompok militan Houthi dilaporkan tetap menyatakan akan melanjutkan penargetan terhadap fasilitas tersebut.

 

Bagi pasar energi, situasi ini menjadi perhatian karena gangguan terhadap infrastruktur strategis dapat memengaruhi persepsi investor mengenai ketersediaan pasokan dalam jangka pendek. Ketidakpastian tersebut juga berpotensi meningkatkan volatilitas harga minyak, meskipun tidak selalu langsung diikuti penurunan produksi secara keseluruhan.

 

Pernyataan Trump Tambah Ketidakpastian Geopolitik

 

Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menjadi perhatian pelaku pasar.

 

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan bahwa sudah saatnya mengambil keputusan mengenai kemungkinan mencapai kesepakatan dengan Teheran atau menyelesaikan persoalan yang sedang berlangsung secara tuntas.

 

Pernyataan tersebut memunculkan kembali kekhawatiran mengenai arah hubungan Amerika Serikat dan Iran. Pasar menilai perkembangan diplomatik kedua negara menjadi salah satu faktor penting yang dapat menentukan stabilitas kawasan serta prospek pasokan energi global.

 

Jika jalur diplomasi kembali ditempuh, ketegangan berpotensi mereda dan mengurangi premi risiko yang selama ini menopang harga minyak. Sebaliknya, apabila konflik kembali meningkat, pasar dapat menghadapi risiko gangguan pasokan yang lebih besar.

 

Ketidakpastian semakin tinggi karena perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut berlangsung bersamaan dengan serangan terhadap Arab Saudi dan meningkatnya risiko di jalur pelayaran strategis.

 

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan pandangan bahwa Amerika Serikat tidak akan mencoba melancarkan serangan kembali apabila mengedepankan rasionalitas.

 

Pernyataan kedua pihak tersebut memperlihatkan bahwa peluang penyelesaian konflik masih menjadi perhatian, tetapi risiko eskalasi belum sepenuhnya dapat dikesampingkan.

 

Bagi pasar minyak, arah kebijakan Washington dan Teheran akan menjadi salah satu penentu sentimen perdagangan dalam beberapa waktu mendatang. Setiap perubahan sikap yang mengarah pada konflik terbuka maupun kesepakatan diplomatik berpotensi memengaruhi pergerakan harga.

 

Selat Bab el-Mandeb Jadi Titik Rawan Distribusi Energi

 

Selain perkembangan di Arab Saudi dan hubungan Amerika Serikat-Iran, situasi keamanan di sekitar Laut Merah juga menambah tekanan terhadap prospek distribusi energi global.

 

Kelompok Houthi dilaporkan bergerak menuju Selat Bab el-Mandeb, jalur laut strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

 

Selat tersebut memiliki posisi penting dalam perdagangan internasional karena menjadi salah satu jalur pelayaran yang digunakan kapal-kapal untuk melintasi kawasan Laut Merah menuju jalur perdagangan lainnya.

 

Meningkatnya ancaman keamanan di wilayah tersebut dapat memengaruhi keputusan perusahaan pelayaran dan operator kapal dalam menentukan rute perjalanan. Apabila risiko serangan meningkat, pengiriman barang dan energi berpotensi menghadapi tambahan biaya, keterlambatan, serta kebutuhan untuk menggunakan jalur alternatif.

 

Kondisi itu dapat memperbesar biaya logistik dan menambah ketidakpastian distribusi komoditas energi, khususnya apabila gangguan keamanan berlangsung dalam waktu lama.

 

Pasar minyak tidak hanya memperhitungkan besarnya produksi negara-negara penghasil, tetapi juga kemampuan mengangkut minyak dari lokasi produksi menuju konsumen. Karena itu, ancaman terhadap jalur pelayaran penting dapat memengaruhi harga meskipun kapasitas produksi belum mengalami penurunan signifikan.

 

Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, kekhawatiran terhadap distribusi dapat mendorong pelaku pasar memperhitungkan risiko tambahan dalam transaksi minyak berjangka.

 

Gangguan Produksi Libya Tambah Tekanan Pasokan

 

Tekanan terhadap ketersediaan minyak global juga datang dari Afrika Utara. Perusahaan Minyak Nasional Libya atau National Oil Corporation (NOC) sebelumnya menyatakan bahwa sebuah katup pada pipa yang menghubungkan ladang minyak Hamada dan Tahara menuju Pelabuhan Zawiya telah ditutup.

 

Penutupan katup tersebut menyebabkan penurunan produksi di kedua ladang minyak tersebut. Perkembangan ini menambah perhatian terhadap kondisi pasokan global, terutama ketika pasar juga menghadapi risiko keamanan di Timur Tengah.

 

Libya merupakan salah satu negara penghasil minyak yang memasok pasar internasional. Oleh karena itu, gangguan pada fasilitas produksi maupun infrastruktur pengangkutan dapat memengaruhi volume minyak yang tersedia untuk diperdagangkan.

 

Meski dampak penurunan produksi dari kedua ladang tersebut terhadap total pasokan global perlu dilihat berdasarkan besaran volumenya, gangguan ini menambah daftar risiko yang harus diperhitungkan pelaku pasar.

 

Kombinasi antara ancaman serangan di Arab Saudi, ketidakpastian hubungan Amerika Serikat dan Iran, risiko keamanan di Selat Bab el-Mandeb, serta gangguan operasional di Libya membuat prospek pasokan minyak dunia masih dibayangi ketidakpastian.

 

Pasar Minyak Masih Dibayangi Volatilitas

 

Koreksi harga minyak pada Senin menunjukkan bahwa penguatan pada perdagangan sebelumnya tidak berlangsung tanpa jeda. Pelaku pasar masih melakukan penyesuaian terhadap perkembangan geopolitik, kondisi pasokan, serta kemungkinan perubahan arah konflik di kawasan penghasil energi.

 

Penurunan harga WTI dan Brent pada awal pekan belum cukup untuk menyimpulkan bahwa tekanan terhadap pasokan global telah mereda. Pergerakan harga selanjutnya akan bergantung pada perkembangan serangan, kondisi operasional fasilitas minyak, keamanan jalur pelayaran, serta langkah diplomatik negara-negara yang terlibat.

 

Apabila gangguan terhadap fasilitas energi dan jalur distribusi semakin meluas, harga minyak berpotensi kembali memperoleh dorongan kenaikan. Sebaliknya, meredanya ketegangan dan pulihnya aktivitas produksi maupun pengiriman dapat mengurangi tekanan terhadap harga.

 

Dengan harga Brent yang masih berada di atas USD115 per barel dan WTI di atas USD100 per barel, perkembangan pasar minyak dunia tetap menjadi perhatian bagi negara-negara konsumen energi, termasuk Indonesia.

 

Perubahan harga minyak internasional dapat memengaruhi perhitungan biaya impor energi, tekanan terhadap anggaran subsidi dan kompensasi energi, serta biaya produksi dan transportasi. Besarnya dampak terhadap perekonomian domestik akan bergantung pada perkembangan harga selanjutnya, nilai tukar rupiah, serta kebijakan energi pemerintah.

 

Untuk sementara, pasar minyak global masih bergerak di antara dua kekuatan utama, yakni tekanan koreksi harga setelah reli pada akhir pekan dan kekhawatiran terhadap kemungkinan gangguan pasokan akibat meningkatnya risiko geopolitik.

 

Situasi tersebut membuat pergerakan harga minyak dalam beberapa hari mendatang tetap rentan berfluktuasi seiring munculnya perkembangan baru dari Timur Tengah maupun negara-negara produsen lainnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Rupiah Stagnan di Rp17.992, Pasar Menanti BI

JCCNetwork.id- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak stagnan pada pembukaan perdagangan Rabu. Mata uang Indonesia tercatat berada di posisi Rp17.992 per...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Ibu 81 Tahun Mengadu ke Menkum, Hartanya Beralih Lewat Pengampuan Tanpa Sepengetahuan Keluarga
08:51
Video thumbnail
Di Forum Titipan Rakyat Formappi Sebut DPR Tak Berani Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja ke Prabowo
19:23
Video thumbnail
Titipan Rakyat Buat Presiden, 2 Kilometer dari Istana, Rakyat Masih Berhutang
13:17
Video thumbnail
TR untuk Prabowo-Gibran: Jangan Cuma Janji, Rakyat Menunggu Bukti Perubahan
08:43
Video thumbnail
TR Buat Prabowo-Gibran Warga Sudah Susah, Rumah Malah Mangkrak Gegara Anggaran Bedah Rumah Tak Cukup
08:01
Video thumbnail
Depan Prabowo, Kapolri Suyudi Beberkan 11 Korporasi Berstatus Tersangka Karhutla Kalimantan
08:09
Video thumbnail
Detik-Detik Rocky Gerung Hentikan Presma Unimed saat Bertanya #shorts #trending
02:01
Video thumbnail
Momen Debat Rocky Gerung dan Presma Unimed, Pertanyaan Langsung Dihentikan: Saya Tak Izinkan
08:34
Video thumbnail
Pedas, KDM Soroti Bekasi, Duit Banyak tapi Lingkungan Masih Berantakan #shorts #trending
01:24
Video thumbnail
Momen Prabowo Soroti Jajaran Wantimpres: Isinya Tokoh-Tokoh Nasional, Ngeri
08:08
Video thumbnail
Momen Prabowo Puji Mentan Amran, Produksi Pangan Digenjot Tanpa Buka Hutan Primer #shorts #trending
01:10
Video thumbnail
Momen Prabowo Puji Mentan Amran, Produksi Pangan Digenjot Tanpa Buka Hutan Primer
08:26
Video thumbnail
Prabowo Luruskan Soal BBM Bali, Bukan Stok Habis tapi Distribusi Terlambat #shorts #trending
00:41
Video thumbnail
Prabowo Tegaskan Antrean BBM di Bali Bukan Langka, tapi Distribusi Terlambat
08:02
Video thumbnail
Prabowo Dengar Langsung, Bahlil Ungkap Penyebab BBM Bali Sempat Langka
08:23
Video thumbnail
Prabowo Akui MBG Masih Banyak Kekurangan, Pelanggar Ditindak hingga Dipecat #shorts #trending
01:03
Video thumbnail
Prabowo Blak-blakan, MBG Masih Banyak Kekurangan, Pelanggar Ditindak, Pecat sampai Bersih
08:02
Video thumbnail
Pedas! KDM Soroti Bekasi, Duit Banyak tapi Lingkungan Masih Berantakan
09:07
Video thumbnail
Momen Dedi Mulyadi Pimpin Langsung Pelantikan Bupati Bekasi
08:32
Video thumbnail
Titipan Rakyat ke Presiden Prabowo: Bunga Pinjol Buat Hidup Rakyat Mengenaskan #shorts #trending
02:03

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER