Bareskrim Ungkap Penyebab Blackout Batam-Bintan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Penyidikan kasus pemadaman listrik atau blackout yang melanda Batam dan Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), mengungkap dugaan masuknya seekor kera ke area Gardu Induk Sei Harapan sebagai pemicu awal gangguan kelistrikan. Satwa tersebut diduga memasuki kawasan Trafo 1 setelah sistem pagar pengaman yang dirancang untuk mencegah masuknya hewan liar diketahui dalam kondisi tidak dialiri listrik.

 

- Advertisement -

Temuan tersebut disampaikan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri berdasarkan hasil penyidikan dan pemeriksaan forensik terhadap sejumlah barang bukti di lokasi kejadian. Kondisi pagar yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya diduga membuka akses bagi kera untuk memasuki area gardu induk yang memiliki peralatan bertegangan tinggi.

 

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Moh Irhamni, Selasa (20/10/2026), menjelaskan bahwa pagar pengaman yang seharusnya dialiri listrik untuk mencegah masuknya satwa liar justru tidak aktif saat insiden terjadi.

- Advertisement -

 

Kondisi tersebut menjadi salah satu fokus penyidikan karena berkaitan dengan sistem pengamanan fasilitas kelistrikan. Gardu induk merupakan bagian penting dari jaringan distribusi listrik yang membutuhkan perlindungan memadai agar terhindar dari gangguan eksternal maupun kerusakan peralatan.

 

Bareskrim menduga masuknya kera ke area Trafo 1 memicu hubungan arus pendek atau korsleting pada peralatan kelistrikan. Gangguan tersebut kemudian diduga berkembang hingga memengaruhi sistem pasokan listrik yang berdampak pada wilayah Batam dan Bintan.

 

Lima Orang Ditetapkan sebagai Tersangka

 

Dalam perkembangan penanganan perkara tersebut, penyidik Bareskrim Polri telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka terdiri atas empat orang dari pihak PLN Batam dan satu orang dari pihak kontraktor.

 

Para tersangka diduga memiliki tanggung jawab yang berkaitan dengan pengamanan kawasan gardu induk, termasuk keberadaan dan kondisi pagar pelindung di sekitar fasilitas tersebut.

 

Penetapan tersangka menjadi bagian dari upaya penyidik untuk mengungkap penyebab gangguan secara menyeluruh, termasuk menelusuri tanggung jawab pihak-pihak yang berkaitan dengan pemeliharaan dan pengamanan instalasi kelistrikan.

 

Meski dugaan awal mengarah pada masuknya satwa liar, penyidik tetap mendalami faktor lain yang berpotensi memperparah gangguan. Pemeriksaan juga diarahkan pada fungsi perangkat pengaman yang seharusnya bekerja ketika terjadi gangguan pada transformator.

 

Pemeriksaan Forensik Temukan Bekas Terbakar

 

Kasubdit Lakabakar Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri Kompol Henry Siahaan mengatakan, tim telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan barang bukti pada 13–21 Oktober 2026.

 

Sejumlah komponen kelistrikan diperiksa untuk mengetahui sumber gangguan dan kondisi peralatan saat insiden berlangsung. Barang bukti tersebut meliputi lempengan busbar, potongan konduktor, perangkat tripping lockout, serta pipa Buchholz.

 

Dari pemeriksaan itu, tim menemukan kerusakan dan bekas terbakar pada bagian atas Trafo 1. Temuan tersebut menjadi salah satu petunjuk penting dalam merekonstruksi rangkaian peristiwa yang menyebabkan terganggunya sistem kelistrikan.

 

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap komponen yang mengalami kerusakan, penyidik menduga terjadi korsleting antara sisi tegangan 150 kilovolt (kV) dan 20 kV. Gangguan pada kedua sisi tegangan tersebut diduga berkaitan dengan masuknya kera ke area transformator.

 

Pemeriksaan forensik dilakukan untuk mencocokkan kondisi fisik peralatan dengan dugaan kronologi kejadian. Melalui proses tersebut, tim berupaya memastikan hubungan antara kerusakan pada Trafo 1, keberadaan satwa di lokasi, dan gangguan yang meluas pada jaringan listrik.

 

Sampel Rambut Kera Cocok dengan Temuan di Lokasi

 

Dugaan bahwa kera menjadi pemicu awal gangguan diperkuat oleh hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel rambut yang ditemukan pada pipa Buchholz.

 

Henry menjelaskan, sampel rambut yang melekat pada barang bukti tersebut memiliki kecocokan dengan sampel kera yang ditemukan mati di lokasi kejadian.

 

Kecocokan hasil pemeriksaan laboratorium itu menjadi salah satu bukti pendukung dalam penyidikan. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa satwa liar sempat berada di sekitar peralatan Trafo 1 sebelum gangguan kelistrikan terjadi.

 

Namun, penyidik tidak hanya berfokus pada keberadaan kera. Pemeriksaan juga mencakup kondisi instalasi, sistem perlindungan, serta kemungkinan adanya kegagalan perangkat yang seharusnya mencegah gangguan berkembang menjadi pemadaman yang lebih luas.

 

Dengan demikian, penyidikan diarahkan untuk mengungkap rangkaian faktor yang menyebabkan insiden, mulai dari akses masuk satwa ke area gardu induk hingga respons sistem pengaman saat gangguan terjadi.

 

Perangkat Pengaman Diduga Tidak Bekerja Maksimal

 

Selain menemukan kerusakan pada Trafo 1, tim pemeriksa juga mendapati perangkat tripping lockout tidak berfungsi secara maksimal.

 

Perangkat tersebut merupakan bagian dari sistem pengamanan kelistrikan yang berperan dalam mengisolasi gangguan agar tidak merambat ke bagian lain dari sistem. Apabila mekanisme perlindungan tidak bekerja sebagaimana mestinya, gangguan pada satu komponen berpotensi berdampak lebih luas.

 

Dalam perkara ini, kondisi perangkat tripping lockout diduga membuat gangguan tidak tertangani secara optimal. Akibatnya, gangguan yang bermula pada Trafo 1 diduga berlanjut hingga menyebabkan pembangkit terlepas dari sistem kelistrikan.

 

Terlepasnya pembangkit dari sistem menjadi salah satu aspek yang didalami penyidik untuk menjelaskan bagaimana gangguan di satu titik instalasi dapat berujung pada pemadaman listrik yang meluas di Batam dan Bintan.

 

Temuan mengenai pagar pengaman yang tidak aktif dan perangkat perlindungan yang tidak berfungsi maksimal menunjukkan bahwa penyidikan tidak hanya menelusuri pemicu awal, tetapi juga memeriksa faktor yang diduga memperbesar dampak insiden.

 

Bareskrim Polri masih mendalami peran masing-masing tersangka serta keterkaitan tanggung jawab mereka dengan kondisi fasilitas pengamanan dan sistem kelistrikan di Gardu Induk Sei Harapan.

 

Hasil penyidikan dan pemeriksaan forensik tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai penyebab blackout di Batam dan Bintan, sekaligus mengungkap dugaan kelalaian atau pelanggaran yang berkaitan dengan pengamanan instalasi.

 

Penyidik masih mengumpulkan dan mencocokkan bukti untuk memastikan rangkaian kejadian serta pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat dalam perkara tersebut.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pendidikan Indonesia Mendunia, 23 Negara Peserta IMSO Kunjungi Kampung Matematika An Nashr

JCCNetwork.id- Kampung Matematika dan Madrasah Tahfizh An Nashr di Desa Jabon Mekar, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berubah menjadi ruang perjumpaan budaya internasional...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Pertalite RON 90 Disebut Minus, Bahlil Ungkap Stok BBM RI Cukup untuk 20 Hari
04:54
Video thumbnail
Imbas Gejolak Eropa, Menkeu Suahasil Ungkap Langkah Pemerintah Jaga Ekonomi Indonesia
11:52
Video thumbnail
Momen Prabowo Hormat Terakhir kepada Mendiang Jenderal Subagyo H.S.
02:38
Video thumbnail
Bahlil Beberkan Kondisi Stok BBM Nasional hingga Bali di Tengah Lonjakan Harga Minyak
05:02
Video thumbnail
Sidang Ijazah Gibran Berujung Aduan, Tukang Sumur Minta 9 Hakim Disanksi #shorts #trending
02:00
Video thumbnail
Rosan Ungkap Investasi Rp3.923 Triliun di Era Prabowo, Jutaan Pekerja Terserap #shorts #trending
01:59
Video thumbnail
Rosan Ungkap Investasi Era Prabowo Capai Rp3.923 Triliun, Jutaan Tenaga Kerja Terserap
15:48
Video thumbnail
Kapolri Blak-blakan Bongkar Dugaan Keterlibatan Pihak Asing di Balik Kasus Karhutla #shorts
00:57
Video thumbnail
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Airlangga-Suahasil Ungkap Kondisi Ekonomi RI
11:36
Video thumbnail
Kapolri Ungkap Dugaan Ada Pihak Asing Terlibat Kasus Karhutla
08:07
Video thumbnail
Menko Polkam dan Kapolri Segera Ungkap Korporasi Terduga Pelaku Karhutla
08:36
Video thumbnail
Ijazah Gibran Terus Disorot, Pelapor Heran Denny Indrayana Cs Tak Persoalkan Pendidikan Prabowo
09:18
Video thumbnail
Tukang Sumur Adukan 9 Hakim MK ke MKMK, Minta Diberi Sanksi Imbas Sidang Ijazah Gibran
10:10
Video thumbnail
Maruli Terima Tugas BNPPDT dari Tito, Ini Barisan Jenderal TNI-Polri yang Diperkenalkan
12:42
Video thumbnail
Menko Polkam Ungkap 97 Perusahaan Terindikasi Terkait Karhutla #shorts #trending
01:11
Video thumbnail
Menko Polkam Beberkan 97 Perusahaan Terkait Karhutla Sebut Sudah Diproses Hukum
08:52
Video thumbnail
Malaysia Ajak ASEAN Protes Indonesia soal Kabut Asap, Begini Respons Pemerintah
09:38
Video thumbnail
Kenapa Karhutla Belum Jadi Bencana Nasional? Ini Penjelasan Menko Polkam #shorts #trending
00:49
Video thumbnail
Kenapa Karhutla Belum Jadi Bencana Nasional? Ini Penjelasan Menko Polkam
09:15
Video thumbnail
Karhutla Disorot Malaysia, Ini Kata Tito #shorts #trending
01:48

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER