Bulog Percepat Suplai Beras ke Papua

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Perum Bulog mempercepat distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke sejumlah wilayah pegunungan terpencil di Papua yang memiliki akses logistik terbatas. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pangan tetap aman menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Empat wilayah prioritas yang menjadi fokus pendistribusian yakni Kabupaten Pegunungan Bintang, Nduga, Yahukimo, dan Intan Jaya. Kondisi geografis yang ekstrem membuat distribusi secara konsisten melalui jalur darat tidak dapat dilakukan, sehingga Bulog menerapkan pola pengiriman multi-moda melalui udara, sungai, serta jalur darat di titik tertentu.

- Advertisement -

Pemimpin Perum Bulog Kantor Wilayah Papua, Ahmad Mustari, menegaskan bahwa percepatan distribusi ini merupakan upaya strategis guna menjaga stabilitas harga dan memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah 3TP (Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Perbatasan).

“Natal dan Tahun Baru (Nataru). Harga jual beras SPHP di empat wilayah tersebut tetap sama dengan daerah lainnya, yaitu Rp13.500 per kilogram (kg). Pengiriman ke daerah seperti Nduga dan Yahukimo merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan semua masyarakat, termasuk yang tinggal di wilayah paling sulit dijangkau, tetap mendapatkan akses pangan yang layak,” ucap Ahmad dalam keterangannya dikutip, Selasa (9/12/2025).

Bulog mencatat telah mengirimkan 1.250 kilogram beras ke Kabupaten Nduga melalui transportasi udara. Tambahan pasokan 10.000 kilogram dikirimkan melalui jalur sungai dan diperkirakan tiba pada 11–13 Desember 2025. Untuk Kabupaten Yahukimo, sebanyak 2.000 kilogram telah disalurkan lewat jalur udara, serta 20.000 kilogram melalui sungai yang juga ditargetkan tiba pada periode yang sama.

- Advertisement -

Upaya distribusi serupa dilakukan di Pegunungan Bintang dan Intan Jaya yang menghadapi tantangan serupa, mulai dari cuaca ekstrem hingga minimnya sarana transportasi. Pengamanan dan pendampingan distribusi dilakukan dengan dukungan kepolisian, termasuk penyimpanan sementara di gudang filial yang tersedia di daerah tersebut.

Ahmad menambahkan bahwa seluruh biaya logistik, baik melalui udara maupun sungai, sepenuhnya ditanggung oleh Bulog. Langkah ini untuk memastikan pemerataan pangan dapat terwujud tanpa menambah beban ekonomi masyarakat di wilayah terpencil.

Distribusi dilakukan secara bertahap dengan target penyelesaian sebelum puncak perayaan Natal, ketika angka kebutuhan masyarakat meningkat tajam. Bulog Papua memastikan optimalisasi seluruh moda distribusi akan terus dilakukan hingga pasokan pangan di daerah pegunungan tetap terjaga dan harga beras tidak mengalami lonjakan.

Dengan percepatan distribusi tersebut, Bulog berharap stok beras SPHP di empat kabupaten prioritas tetap aman dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat selama momentum libur akhir tahun.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi, BMKG Imbau Waspada

JCCNetwork.id- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk sejumlah kota besar di Indonesia pada Rabu, 21 Januari 2026. Dalam prakiraan tersebut,...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER