JCCNetwork.id- Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan santunan kepada keluarga korban meninggal dan korban luka-luka dalam insiden demonstrasi di Kota Makassar yang menelan korban jiwa dan menimbulkan sejumlah korban luka. Santunan diserahkan langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Sabtu (6/9/2025).
Dalam penyerahan bantuan tersebut, keluarga korban meninggal dunia masing-masing menerima santunan sebesar Rp15 juta. Sementara itu, korban luka mendapatkan santunan Rp5 juta per orang. Selain itu, Kemensos juga menyalurkan bantuan tambahan berupa paket sembako senilai Rp500 ribu untuk setiap penerima.
“Kemensos akan mengawal hingga para korban bisa kembali mandiri, sehat secara jasmani maupun rohani. Jika ada kebutuhan tambahan terkait pembiayaan, semuanya akan kita diskusikan bersama,” kata Gus Ipul, yang dikutip Sabtu, 6 September 2025.
Santunan diberikan kepada lima korban luka dengan total bantuan mencapai Rp25 juta. Sedangkan untuk empat korban meninggal dunia, total santunan yang digelontorkan mencapai Rp60 juta. Jika ditambah dengan bantuan sembako untuk sembilan penerima, total nilai bantuan mencapai Rp89,5 juta.
Gus Ipul menegaskan, Kemensos tidak hanya menyalurkan santunan, tetapi juga menyiapkan program lanjutan berupa rehabilitasi medis dan sosial agar para korban dapat kembali pulih serta mandiri.
Adapun daftar korban dalam insiden demonstrasi di Makassar terdiri dari empat orang meninggal dunia dan lima orang mengalami luka-luka. Korban meninggal adalah Rusdam Diansyah alias Dandi (pengemudi ojek online), Muhammad Akbar Basri (staf Humas DPRD Kota Makassar), Syahrina Wati (staf DPRD), dan Syaiful Akbar (Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah).
Sementara korban luka meliputi Budi Haryadi (karyawan swasta), Agung Setiawan (karyawan honorer), Sahabudin (sopir anggota DPRD), Arif Rahman, dan Heriyanto.
Insiden demonstrasi ini menambah catatan kelam atas dinamika politik di Makassar. Pemerintah pusat melalui Kemensos menegaskan akan terus hadir memberikan dukungan dan perlindungan sosial bagi warga yang terdampak.



