Revisi Kilat UU Pilkada, Bukti Tidak ada Kepemimpinan Konstitusi

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Peneliti Hukum dan Konstitusi SETARA Institute, Azeem Marhendra Amedi, mengkritik keras persetujuan Badan Legislasi DPR RI terhadap revisi UU Pilkada yang diklaim sebagai tindak lanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Amedi menilai langkah ini sebagai bentuk vetokrasi yang menunjukkan nafsu sebagian elit politik untuk menguasai semua ruang politik dalam kontestasi Pilkada serentak 2024.

Menurut Amedi, vetokrasi dalam konteks revisi UU Pilkada muncul sebagai hasil kesepakatan elit politik yang mengabaikan aspirasi publik serta interpretasi konstitusi oleh Mahkamah Konstitusi. Putusan MK Nomor 60/PUU-XXII/2024 seharusnya menyelamatkan demokrasi dari hegemoni dan tirani mayoritas. Namun, revisi mendalam yang dilakukan DPR dinilai sebagai bentuk pembangkangan terhadap putusan tersebut, dengan cacat materiil dan formil yang mencolok.

- Advertisement -

Revisi UU Pilkada yang disetujui DPR, menurut Amedi, mengandung penafsiran yang dipaksakan untuk kepentingan politik tertentu. Misalnya, syarat pencalonan yang telah ditetapkan oleh MK ditafsir ulang oleh DPR untuk kepentingan partai dengan kursi di DPRD, serta tafsir konstitusional mengenai usia calon gubernur/wakil gubernur yang dihitung sejak pencalonan, bukan sejak kelahiran.

Amedi menegaskan bahwa putusan MK seharusnya berlaku secara langsung ketika telah dinyatakan berkekuatan hukum tetap, final, dan mengikat. Ketidakpatuhan DPR terhadap putusan MK, menurutnya, merupakan pelanggaran hukum yang merobohkan prinsip checks and balances dalam sistem ketatanegaraan.

“Penetapan syarat bervariasi yang telah ditetapkan MK, ditafsir oleh DPR sebagai tidak berlaku bagi partai yang memperoleh kursi di DPRD. Akal-akalan tafsir juga diberlakukan terkait tafsir konstitusional genapnya usia 30 tahun bagi seorang calon gubernur/wakil gubernur, yang dihitung sejak pencalonan,” tandasnya.

- Advertisement -

Amedi mengingatkan bahwa tanpa kepemimpinan konstitusi yang kuat, sistem ketatanegaraan Indonesia akan semakin menjauh dari mandat respublika, di mana aspirasi rakyat seharusnya menjadi pusat perumusan legislasi dan kebijakan publik.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Tragedi Migrasi Ceuta Belum Usai

JCCNetwork.id-Tragedi migrasi di Ceuta, wilayah Spanyol di Afrika Utara, masih berlanjut lebih dari dua pekan setelah sekitar 72.000 orang masuk secara tidak teratur dalam...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Sekjen KPA Kecewa, Kapolri Absen di Tengah Sorotan 147 Kasus Petani
08:04
Video thumbnail
Tegang, Dolfie Tagih Profil Utang ke Purbaya : Harusnya Besok!
08:25
Video thumbnail
KDM Bongkar Soal Direktur BUMD, Sudah Ada yang Ditahan dan Calon Ditahan
08:42
Video thumbnail
Gempa NTT, Prabowo Minta Mentan Amran Gerak Cepat Selesaikan Masalah Bukan Bawa Masalah
05:06
Video thumbnail
KDM Tak Menampik, Ngaku Jadi Gubernur Jabar yang Paling Banyak Dikritik
08:59
Video thumbnail
DPR Minta Profil Utang, Purbaya Balik Tanya: Maunya Kapan?
08:55
Video thumbnail
Bahlil Bongkar Tantangan Energi Indonesia di Tengah Geopolitik Dunia yang Makin Memanas
09:10
Video thumbnail
KDM Jalani Dua Peran, Gubernur Administratif dan Konten, Belajar dari Messi
09:06
Video thumbnail
Soal PHD Wamenhaj dan Menteri Kaget: Lho Ini Siapa Ini?
11:03
Video thumbnail
Wamenhaj Beberkan Fenomena Nebeng Naik Haji
01:14
Video thumbnail
Wamen Singgung Masalah Nebeng Naik Haji
10:37
Video thumbnail
KDM Sebut BUMD Jabar Komisaris dan Direksi Berjubel, Tapi Sumbangsih ke Jabar Minim Banget
08:48
Video thumbnail
KDM Tegaskan Evaluasi Anggaran Merupakan Kunci Dari Orkestrasi Pembagunan #shorts #trending
02:07
Video thumbnail
Semua Petugas Haji 2027 Termasuk Dokter Hingga Perawat Wajib Masuk 'Barak'
11:44
Video thumbnail
KDM Naikkan Standar! Evaluasi Anggaran Jabar Tak Lagi Cuma Main Administratif, Tapi Wajib Teknis
08:38
Video thumbnail
Ada Abuleke! Bahlil Soroti Izin Geothermal, Dewan Energi Diminta Awasi Ketat
13:14
Video thumbnail
Bahlil Ungkap Potensi Geothermal RI Terbesar Dunia, Tapi AS Masih Unggul
13:23
Video thumbnail
Indonesia Jangan Mau Didikte Soal Harga Timah Dunia
12:29
Video thumbnail
DPR Soroti Informasi Penyelenggaraan Haji #shorts #trending
01:01
Video thumbnail
Megawati Bongkar Pengalaman 3 Kali Dipanggil Polisi #shorts #trending
01:32

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER