Sindikat Materai Palsu Dibongkar

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Polda Metro Jaya bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengungkap praktik produksi dan peredaran materai palsu. Pengungkapan tersebut menguak potensi kerugian penerimaan negara yang diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp1 triliun jika kegiatan ilegal itu tidak dihentikan.

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto mengatakan, potensi kerugian tersebut dihitung dari kapasitas produksi yang dapat dihasilkan dari bahan baku materai palsu yang diamankan penyidik.

- Advertisement -

Menurut Bimo, satu gulung bahan baku yang disita dalam pengungkapan perkara tersebut diperkirakan mampu menghasilkan lebih dari 33 juta keping materai. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya potensi materai ilegal yang dapat diproduksi apabila sindikat tersebut terus beroperasi.

“Setiap gulung bahan baku diperkirakan bisa menghasilkan lebih dari 33 juta keping materai. Artinya apabila kegiatan ini tidak dihentikan, potensi penerimaan negara yang hilang dapat mencapai sekitar Rp1 triliun,” ujar Bimo.

Selain mengamankan bahan baku, penyidik juga menemukan indikasi bahwa jutaan keping materai palsu telah masuk ke pasar dan digunakan oleh masyarakat. Berdasarkan hasil pengungkapan sementara, sekitar empat juta keping materai palsu telah terjual.

- Advertisement -

Nilai nominal dari materai yang telah beredar tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp40 miliar. Angka itu menggambarkan skala peredaran produk ilegal yang telah berlangsung sebelum sindikat berhasil dibongkar aparat penegak hukum.

“Kurang lebih ada empat juta keping materai yang sudah terjual dengan nilai nominal sekitar Rp40 miliar,” kata Bimo.

Peredaran materai palsu menjadi perhatian pemerintah karena materai merupakan bagian dari penerimaan negara sekaligus memiliki fungsi dalam pemenuhan ketentuan perpajakan atas dokumen tertentu. Penggunaan materai yang tidak sah dapat menimbulkan persoalan dalam keabsahan pemenuhan kewajiban bea meterai.

Bimo menegaskan, penindakan terhadap jaringan tersebut tidak hanya berkaitan dengan potensi kehilangan penerimaan negara. Pengungkapan kasus juga diperlukan untuk memastikan masyarakat menggunakan materai resmi pada dokumen yang memang diwajibkan.

Menurut dia, keberadaan materai ilegal dapat mengganggu kepastian hukum dalam berbagai dokumen masyarakat. Karena itu, penghentian produksi dan distribusi materai palsu dinilai penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

DJP bersama aparat penegak hukum akan menindaklanjuti pengungkapan tersebut untuk menghentikan rantai produksi hingga peredaran materai palsu. Penindakan dilakukan agar produk ilegal tidak semakin luas digunakan dan potensi kehilangan penerimaan negara dapat ditekan.

Kasus tersebut sekaligus menunjukkan besarnya dampak ekonomi dari produksi materai palsu. Dengan kapasitas produksi yang dapat mencapai puluhan juta keping dari satu gulung bahan baku, keberadaan jaringan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kerugian negara dalam jumlah besar apabila tidak segera dihentikan.

Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk memastikan materai yang digunakan berasal dari sumber resmi. Langkah tersebut diperlukan agar dokumen yang menggunakan bea meterai memenuhi ketentuan yang berlaku serta masyarakat tidak menjadi bagian dari rantai penggunaan materai ilegal

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Asap Karhutla Kalimantan Terdeteksi di Jakarta

JCCNetwork.id- Sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berasal dari Kalimantan mulai terpantau memasuki wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat pada Jumat (16/10/2026)....
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
JPPI: Program MBG Harus Jadi Penggerak Ekonomi Lokal, Petani hingga Peternak Wajib Diberdayakan
09:32
Video thumbnail
Nusron Wahid Dua Kali Tak Hadir Pemeriksaan KPK, Bakal Dijemput Paksa? Ini Kata KPK
09:14
Video thumbnail
JPPI Minta Keamanan Pangan MBG Diperketat, Evaluasi Dapur SPPG Harus Rutin #shorts #trending
01:52
Video thumbnail
Keamanan MBG Tak Bisa Ditawar, JPPI Minta Dapur SPPG Wajib Dievaluasi Tiap Bulan
08:53
Video thumbnail
Tong Biru Penyimpan Rp934 Juta di Kasus OTT Bupati Klaten Dipamerkan KPK
08:07
Video thumbnail
KPK Ungkap Dugaan Uang Korupsi Dipakai Bupati Klaten untuk Bayar Utang Pilkada #shorts #trending
01:21
Video thumbnail
Terkuak, Bupati Klaten Diduga Terima Setoran Rutin Rp1,8 Miliar dari OPD hingga BUMD
09:31
Video thumbnail
Anggota Parlemen Malaysia Desak ASEAN Protes ke Indonesia soal Kabut Asap
10:00
Video thumbnail
KPK Ungkap Tong Biru Isi Uang Diduga Hasil Korupsi Bupati Klaten #shorts #trending
01:59
Video thumbnail
Bukan Brankas, KPK Ungkap Dugaan Uang Hasil Korupsi Bupati Klaten Disimpan dalam Tong Biru
08:31
Video thumbnail
Jokowi Blak-blakan Duga Ada Manuver untuk Hancurkan Reputasinya dan Gibran #shorts #trending
01:27
Video thumbnail
KPK Bongkar Dugaan Korupsi di BNPB, Gepokan Uang hingga Emas Dipamerkan
08:28
Video thumbnail
KPK Ungkap Dugaan Dana Bencana BNPB Dipakai Beli Saham Rp30,98 Miliar #shorts #trending
01:59
Video thumbnail
KPK Bongkar Aliran Uang Miliaran dan Emas 325 Gram ke Pejabat BNPB dalam Kasus Korupsi Dana Bencana
13:39
Video thumbnail
Gugatan UU Pilkada Ditolak MK, Ini Alasan Ambang Batas Pencalonan Kepala Daerah Dipertahankan
08:07
Video thumbnail
KPK Ungkap Dugaan Penyelewengan Dana Bencana Rp148 Miliar oleh Adik Eks Kepala BNPB
14:44
Video thumbnail
Pemerintah Dituding Tebang Hutan, Mentan Amran UngkapPembukaan Sawah di Papua
08:04
Video thumbnail
Terungkap, KPK Beberkan Dugaan Dana Siap Pakai BNPB Dipakai Beli Saham Rp30,98 Miliar
22:12
Video thumbnail
Resmi Jadi KSAD, Jenderal Tandyo Siap Turunkan Pasukan Bantu Pemadaman Karhutla #shorts
01:08
Video thumbnail
Lawan Ancaman Karhutla, BPGMN Dorong Budidaya Sagu hingga Jelutung di Lahan Gambut
08:44

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER