Warga Palestina Tinggalkan Gaza untuk Perawatan Medis Lewat Bantuan WHO

BACA JUGA

Korban Gaza Tembus 74 Ribu

Iran Bersiap Hadapi Perang Besar

Tiger Woods Kehilangan SIM 5 Tahun

Bos BofA Tewas Ditusuk di Times...

AS Desak G20 Tinjau Dagang China

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Sebanyak 21 warga Palestina yang menderita kondisi kesehatan kritis meninggalkan Jalur Gaza yang terkepung untuk mendapatkan perawatan medis di luar negeri. Langkah ini dilakukan melalui koordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), di tengah situasi kemanusiaan yang semakin memburuk di wilayah tersebut.

“Sekitar 21 warga Palestina yang sakit dan terluka, menderita kondisi kesehatan yang sulit, meninggalkan Gaza untuk menerima perawatan di luar negeri,” kata seorang sumber medis yang tidak disebutkan namanya kepada kantor berita Anadolu.

- Advertisement -

Para pasien ini, yang telah menunggu kesempatan untuk mendapatkan perawatan yang tidak tersedia di Gaza, akhirnya bisa meninggalkan daerah kantong yang diblokade tersebut melalui penyeberangan Kerem Shalom di Gaza selatan. Upaya ini dimungkinkan berkat kerjasama antara WHO dan Israel, yang membuka jalur untuk evakuasi medis.

Krisis Kesehatan di Tengah Blokade

Sebelumnya, pada 23 Juni, enam anak Palestina juga meninggalkan Gaza untuk perawatan medis yang sangat dibutuhkan di luar negeri, juga dengan bantuan WHO. Kondisi di Gaza semakin kritis, dengan ribuan warga Palestina yang sakit dan terluka berada dalam risiko tinggi akibat blokade yang mencekik akses terhadap kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan.

- Advertisement -

Menurut laporan dari kantor media pemerintah Gaza, blokade yang dilakukan Israel telah memperburuk situasi kesehatan di wilayah tersebut. Ribuan orang tidak bisa mendapatkan perawatan medis yang memadai, dan banyak yang menghadapi risiko kematian karena keterbatasan fasilitas medis di Gaza.

Kecaman Internasional terhadap Tindakan Israel

Situasi ini terjadi di tengah-tengah kecaman internasional terhadap Israel, yang dianggap mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera. Sejak serangan Hamas pada 7 Oktober lalu, serangan brutal yang dilakukan oleh Israel terus berlanjut, menyebabkan penderitaan yang luar biasa di Gaza.

Otoritas kesehatan setempat melaporkan bahwa lebih dari 37.700 warga Palestina telah tewas, dengan sebagian besar korban adalah wanita dan anak-anak. Selain itu, hampir 86.400 orang lainnya terluka akibat serangan yang tak kunjung usai.

Setelah lebih dari delapan bulan sejak serangan Israel dimulai, sebagian besar wilayah Gaza kini hancur. Blokade yang melumpuhkan telah menyebabkan kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan, memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

Israel di Hadapan Mahkamah Internasional

Israel saat ini menghadapi tuduhan genosida di Mahkamah Internasional. Keputusan terbaru dari pengadilan tersebut memerintahkan Israel untuk segera menghentikan operasinya di kota Rafah, di selatan Gaza, di mana lebih dari 1 juta warga Palestina telah mencari perlindungan sebelum serangan intensif pada tanggal 6 Mei.

Situasi di Gaza semakin memburuk dan bantuan internasional menjadi sangat penting. Sementara itu, keberangkatan 21 warga Palestina untuk perawatan medis ini memberikan sedikit harapan di tengah kegelapan krisis kemanusiaan yang terus berlangsung.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

58 WNI Jadi Korban Sindikat Tentara Bayaran Rusia

JCCNetwork.id- Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengungkap praktik sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang merekrut puluhan warga negara Indonesia (WNI) untuk dijadikan tentara...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
RUU Perampasan Aset Harus Bisa Sita Hasil Kejahatan dari Penipuan Umrah Hingga Arisan Bodong
11:26
Video thumbnail
Isu Transfer Bank Kena Pajak, Suahasil Ungkap Fakta Sebenarnya #shorts #trending
01:47
Video thumbnail
Isu Transfer Bank Kena Pajak, Suahasil Ungkap Fakta Sebenarnya
10:33
Video thumbnail
Emak Emak Curhat ke Menteri Gegara Notaris Diduga Terbitkan 21 Surat Tanpa Saksi
09:59
Video thumbnail
Pemerintah Siapkan Rekrutmen CPNS November 2026, Ini Pesan Mensesneg #shorts #trending
01:20
Video thumbnail
Pemerintah Siapkan Rekrutmen CPNS November 2026, Ini Pesan Mensesneg
11:25
Video thumbnail
Penantian Berbuah Manis, Nasib PPPK Guru, Damkar hingga Nakes Kini Jadi Penuh Waktu #shorts#trending
01:41
Video thumbnail
Pemerintah Putuskan PPPK Guru, Damkar hingga Nakes Diangkat Jadi Penuh Waktu
11:26
Video thumbnail
Lawan Mafia Beras, Mentan Amran Siapkan Hadiah Buat Warga yang Berani Lapor #shorts #trending
01:54
Video thumbnail
Mentan Amran Siapkan Hadiah bagi Warga yang Berani Laporkan Mafia Beras SPHP
08:05
Video thumbnail
Tersangka Penyadapan Prabowo Bertambah, Irjen SU Diduga Beri Izin kepada Irjen AS #shorts #trending
02:01
Video thumbnail
Kasus Sadap Prabowo Kian Melebar, Irjen SU Diduga Izinkan Irjen AS Lakukan Penyadapan
05:44
Video thumbnail
Detik-Detik Gubernur Sherly Tampil Cantik di Hadapan Tim Kemendagri saat Presentasi
12:28
Video thumbnail
Di Tengah Gejolak Internal Polri, Suyudi Dapat Dukungan dan Bimbingan dari Para Senior #shorts
01:28
Video thumbnail
Di Tengah Kasus Penyadapan, Suyudi Dapat Dukungan Barisan Jenderal Senior Eks Kapolri
02:32
Video thumbnail
Rocky Gerung Blak-blakan soal Penyadapan, Mau Beli Alat Sadap agar Tak Disadap #shorts #trending
01:52
Video thumbnail
Singgung Kasus Penyadapan, Rocky Gerung Sebut Mau Beli Alat Sadap agar Tak Disadap
08:26
Video thumbnail
Pedas, Amran Sindir Pengamat yang Tak Percaya Ada Mafia, Sampai Bilang Begini #shorts #trending
01:16
Video thumbnail
Pedas, Amran Sindir Pengamat yang Tak Percaya Ada Mafia, Sampai Bilang Begini
08:46
Video thumbnail
Sorotai Gejolak Internal Polri, Menko Dudung Minta Masyarakat Jangan Resah #shorts #trending
01:50

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER