JCCNetwork.id- Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Store, telah mengumumkan bahwa Norwegia akan menerima dan merawat warga Palestina yang terluka dari Jalur Gaza.
Pengumuman ini merupakan bagian dari upaya internasional untuk memberikan bantuan medis kepada ribuan warga Palestina yang memerlukan evakuasi dan perawatan segera di tengah konflik yang berkecamuk di Gaza.
Store menegaskan bahwa selain membawa 20 pasien beserta keluarga mereka ke Norwegia, negara Nordik tersebut juga akan membantu dalam menerbangkan warga Palestina yang membutuhkan perawatan medis ke negara-negara lain.
Langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas bantuan medis lebih dari sekadar yang dapat ditampung di Norwegia sendiri.
“Dengan cara ini, kami dapat berkontribusi membantu banyak orang daripada kemampuan kami untuk membawa mereka ke Norwegia untuk berobat,” kata Store kepada VG.
Situasi kemanusiaan di Gaza sangat memprihatinkan dengan sistem kesehatan yang hampir sepenuhnya hancur. Sebagai tanggapan, Norwegia berfokus pada mendukung pekerjaan kesehatan dan kemanusiaan di Gaza dan sekitarnya, termasuk memperkuat rumah sakit yang masih beroperasi.
“Situasi kemanusiaan di Gaza sangat buruk. Sistem kesehatan telah hancur. Oleh karena itu, hal terpenting yang dapat dilakukan Norwegia adalah mendukung pekerjaan kesehatan dan kemanusiaan di Gaza dan sekitarnya, misalnya dengan memperkuat rumah sakit,” tegas Store.
Langkah ini juga menyusul pengakuan resmi Norwegia terhadap Palestina sebagai negara, yang mencerminkan komitmen mereka terhadap dukungan bagi rakyat Palestina di tengah krisis.
Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 37.700 warga Palestina telah tewas, dengan mayoritas korban adalah wanita dan anak-anak, sementara lebih dari 86.400 lainnya terluka akibat konflik tersebut.



