Dugaan Data Dicuri, KPU ‘Matiin’ Sistem Data Pemilih

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengeluarkan siaran pers terkait dugaan kebocoran data pemilih sejak Senin, 27 November 2023. Informasi mencengangkan ini mengindikasikan adanya pihak yang menjual data yang diduga berasal dari KPU.

“Setelah mendapatkan informasi tersebut, KPU langsung menginformasikan kepada BSSN, Bareskrim dan instansi terkait lainnya,” tulis dalam siaran pers KPU RI, dikutip Kamis (30/11/2023).

- Advertisement -

KPU pun langsung melakukan pengecekan terhadap sistem informasi yang diduga menjadi sasaran peretasan, yaitu Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih). Langkah drastis diambil dengan menonaktifkan akun-akun pengguna Sidalih guna menanggulangi potensi lebih lanjut dari peretasan ini.

Kerja sama erat dengan BSSN, Bareskrim, pengembang, dan instansi terkait lainnya menjadi fokus KPU untuk mengumpulkan data dan bukti-bukti digital terkait informasi dugaan kebocoran ini.

Proses analisis sedang berlangsung, termasuk analisis log akses, analisis manajemen pengguna, dan analisis log lainnya. Semua ini dilakukan guna mengidentifikasi pelaku yang diduga terlibat dalam peretasan terhadap Sistem Informasi Data Pemilih.

- Advertisement -

 

“Untuk mengidentifikasi pelaku, jika benar melakukan peretasan terhadap Sistem Informasi Data Pemilih. KPU memberikan akses seluas-luasnya kepada tim tanggap insiden untuk bersama-sama melindungi dan mencegah terjadinya penyebaran data pemilih,” tutupnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Bikin Geleng Kepala Subsidi BBM Masih Melenceng, 63% Penikmat Pertalite Ternyata Orang Mampu

JCCNetwork.id- Subsidi BBM masih melenceng, 63% penikmat pertalite justru kelas Menengah Atas.  Saat harga BBM naik, semua orang mengeluh. Tapi ketika ada subsidi, justru...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER