JCCNetwork.id- Menjelang peringatan Hari Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang jatuh pada 1 Desember, Polda Papua mengidentifikasi 13 daerah yang dinilai rawan terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Daerah-daerah tersebut tersebar di wilayah yang menjadi basis kelompok kriminal bersenjata (KKB), menimbulkan kekhawatiran akan potensi kerusuhan.
Daerah-daeerah yang teridentifikasi meliputi Kabupaten Pegunungan Bintang, Yahukimo, Nduga, Puncak, Puncak Jaya, Lanny Jaya, Jayawijaya, Tolikara, Dogiyai, Paniai, Intan Jaya, Yalimo, dan Kota Jayapura. Polda Papua telah memetakan wilayah-wilayah ini sebagai titik-titik potensial yang memerlukan peningkatan keamanan.
Dalam upaya mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, Polda Papua telah mengambil langkah-langkah antisipasi. Tidak hanya meningkatkan patroli keamanan, tetapi juga melakukan peningkatan kewaspadaan di titik-titik rawan. Langkah-langkah tersebut diambil guna memastikan situasi tetap terkendali dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa terganggu.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Yanto Eluay pada forum group diskusi (FGD) di Kabupaten Jayapura menyampaikan bahwa masyarakat adat menegaskan bahwa 1 Desember bukanlah peringatanHUT OPM. Stigma hut OPM harus ditiadakan, karena hal itu dapat mengganggu aktivitas masyarakat setiap 1 Desember.
“Tidak ada hari kemerdekaan bangsa Papua dan tidak ada bendera kebangsaan papua, itu semua pembohongan yang diciptakan oleh Belanda yang mengiming-imingi orang papua pada saat itu, sekali lagi saya tegaskan kita punya hari Kemerdekaan yaitu 17 Agustus,” ucap yanto.



