Penghapusan Pertalite, Solusi atau Ancaman untuk Rakyat Indonesia?

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Pemerintah Indonesia tengah mengkaji rencana penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) varian Pertalite dan penggantinya dengan varian Pertamax berlabel Pertamax Green 92 yang disubsidi.

Pengamat ekonomi dari Indonesia Strategic and Economics Action Institution, Ronny P Sasmita, mengungkapkan bahwa rencana ini akan memaksa masyarakat untuk beralih ke Pertamax Green.

- Advertisement -

“Ini bahasa lain dari menaikan harga BBM untuk publik, yang awalnya harga Pertalite Rp 10.000, lalu Pertalite-nya dihapus, lalu diganti Pertamax green dengan harga Rp 13.500,” ujar Ronny, dikutip Kontan, Minggu (3/9/2023).

Menurut Ronny, rencana ini juga berpotensi memicu inflasi. Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga sebesar Rp 3.500 jika Pertalite digantikan oleh Pertamax Green dengan harga Rp 13.500. Dengan demikian, biaya transportasi, baik untuk manusia maupun barang, akan naik sebesar Rp 3.500 per liter.

Ronny juga mengingatkan bahwa ketika harga Pertalite naik dari Rp 7.600 menjadi Rp 10.000 tahun lalu, inflasi di Indonesia meningkat secara signifikan dalam beberapa bulan dan daya beli masyarakat tergerus, sehingga pemerintah harus memberikan bantuan sosial (Bansos) untuk BBM.

- Advertisement -

Dia menyoroti kemungkinan terjadinya skenario serupa jika rencana penghapusan dan penggantian Pertalite dengan Pertamax Green 92 tetap dilaksanakan.

“Maka jika kali ini secara nominal ada kenaikan Rp 3.500, otomatis inflasinya juga lebih kurang akan sama,” terang Ronny.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pajak Mobil Listrik Diperdebatkan

JCCNetwork.id- Polemik terkait pajak kendaraan listrik mencuat dalam beberapa hari terakhir, setelah muncul anggapan adanya kenaikan beban pajak yang berpotensi berdampak pada harga jual...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER