Kasus Cukai Rokok, KPK Sita Dokumen dan Bukti Elektronik

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperluas penyidikan kasus dugaan korupsi penerimaan negara dari sektor cukai rokok. Terbaru, penyidik lembaga antirasuah tersebut menggeledah enam perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan PT Djarum pada Kamis (29/10/2026).

 

- Advertisement -

Penggeledahan tersebut merupakan bagian dari rangkaian upaya penyidik untuk mengungkap dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dan penerimaan cukai rokok yang tengah ditangani KPK.

 

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya kegiatan penggeledahan di sejumlah perusahaan tersebut. Ia menjelaskan, enam perusahaan yang menjadi sasaran penyidik diketahui terafiliasi dengan PT Djarum.

- Advertisement -

 

“Kali ini, objek penggeledahannya di enam perusahaan yang terafiliasi dengan PT Djarum,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026), dikutip.

 

Dalam kegiatan tersebut, penyidik turut mengamankan sejumlah barang yang diduga memiliki hubungan dengan perkara yang sedang diselidiki. Barang bukti yang disita meliputi dokumen dan sejumlah perangkat elektronik.

 

Menurut Budi, barang-barang tersebut diperlukan untuk membantu penyidik menelusuri dugaan tindak pidana korupsi, termasuk mengidentifikasi berbagai informasi yang berkaitan dengan penerimaan negara dari sektor cukai.

 

“Sejumlah dokumen serta beberapa barang bukti elektronik yang diduga terkait dengan perkara ini diamankan dan disita oleh penyidik,” ujarnya.

 

KPK selanjutnya akan melakukan pemeriksaan dan analisis terhadap seluruh barang bukti yang telah diperoleh. Langkah tersebut dilakukan untuk mengembangkan penyidikan sekaligus memperkuat konstruksi perkara berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan di lapangan.

 

Penyidik juga akan mendalami informasi yang terdapat dalam dokumen maupun barang bukti elektronik guna mengetahui kemungkinan adanya keterkaitan dengan pihak-pihak lain dalam perkara tersebut.

 

Sebelum menggeledah enam perusahaan terafiliasi PT Djarum, KPK terlebih dahulu melakukan penggeledahan di kantor Bea Cukai Kudus dan PT Djarum pada Rabu (28/10/2026).

 

Dalam penggeledahan sebelumnya, tim penyidik juga menyita sejumlah dokumen serta barang bukti elektronik yang diduga berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

 

Budi Prasetyo ketika itu menjelaskan bahwa penyidikan yang dilakukan KPK berkaitan dengan dugaan penyimpangan penerimaan negara dari sektor cukai.

 

“Penggeledahan saat ini masih berlangsung, beberapa yang diamankan di antaranya dokumen dan juga barang bukti elektronik, di mana perkara ini diduga berkaitan soal penerimaan negara dari bidang cukai,” kata Budi Prasetyo.

 

KPK juga mengungkapkan bahwa salah satu aspek yang menjadi perhatian penyidik adalah dugaan permainan pita cukai. Meski demikian, lembaga antirasuah tersebut belum membeberkan secara terperinci pola penyimpangan yang diduga terjadi maupun pihak-pihak yang terlibat.

 

Pendalaman mengenai dugaan permainan pita cukai tersebut masih menjadi bagian dari proses penyidikan. KPK menyatakan akan menelusuri lebih jauh berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang telah dikumpulkan.

 

Dugaan penyimpangan dalam sektor cukai menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan penerimaan negara. Apabila terjadi manipulasi dalam penggunaan maupun pengelolaan pita cukai, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian terhadap keuangan negara.

 

Dalam perkara ini, nilai kerugian negara diperkirakan mencapai triliunan rupiah. Namun, besaran kerugian tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut dalam proses penyidikan.

 

Melalui serangkaian penggeledahan di kantor Bea Cukai Kudus, PT Djarum, serta enam perusahaan yang terafiliasi dengannya, KPK berupaya mengumpulkan bukti untuk mengungkap secara menyeluruh dugaan korupsi penerimaan cukai rokok.

 

Hasil analisis terhadap dokumen dan barang bukti elektronik yang disita nantinya akan menjadi salah satu dasar bagi penyidik untuk menentukan perkembangan penanganan perkara tersebut.

 

KPK masih terus mendalami dugaan permainan pita cukai dan menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak-pihak lain dalam perkara yang diperkirakan menyebabkan kerugian negara hingga triliunan rupiah tersebut.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Inter-Milan Luncurkan Desain Stadion Baru

JCCNetwork.id – Inter Milan dan AC Milan resmi memperkenalkan desain stadion baru bernama Generali Stadium yang akan menjadi markas bersama kedua klub untuk menggantikan...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
7 Bulan Terpuruk, Peternak Telur Cerita ke Mentan Amran, Begini Responsnya #shorts #trending
02:01
Video thumbnail
7 Bulan Terpuruk, Peternak Telur Cerita ke Mentan Amran, Begini Responsnya
09:10
Video thumbnail
Jualan Online Tak Lagi Bebas Pajak? Adik Prabowo Beberkan Rencana Prabowo-Gibran
08:14
Video thumbnail
Gebrakan Mentan Amran, Pemerintah Siapkan Rp1 Triliun untuk Peternak #shorts #trending
01:48
Video thumbnail
Rp1 Triliun Digelontorkan, Mentan Amran Beberkan Skema Baru untuk Dukung Peternakan
10:53
Video thumbnail
Pesan Tegas Buat Singapura Jangan Anggap Remeh Indonesia
08:25
Video thumbnail
Tak Main-main Sudaryono Beberkan Strategi Masa Depan MBG Usai Dapat Saran Menohok Prof Gema
16:06
Video thumbnail
Daftar 20 Korporasi Tersangka Karhutla, Perusahaan Singapura hingga Korsel Muncul #shorts #trending
01:53
Video thumbnail
Momen Mentan Amran Beri Kebebasan Bagi Petani
02:01
Video thumbnail
Terungkap, 20 Korporasi Tersangka Karhutla, Perusahaan Singapura hingga Korsel Ikut Terseret
11:10
Video thumbnail
Celetukan Bahlil soal Minyak Sebut Sekarang Lebih Dicari daripada Emas #shorts #trending
00:59
Video thumbnail
Sambil Tertawa, Bahlil Singgung Minyak yang Kini Lebih Dicari daripada Emas
10:43
Video thumbnail
Sudaryono Video Call Rocky Gerung saat Galau Pimpin BGN #shorts #trending
01:38
Video thumbnail
Blak-blakan, Sudaryono Cerita Video Call Rocky Gerung saat Galau Pimpin BGN
08:38
Video thumbnail
Mentan Amran Sentil Pejabat yang Merasa Paling Pintar, tapi Minim Bukti Kerja Nyata
09:25
Video thumbnail
Mahasiswa UI Wanti Wanti Penting RUU Perampasan Aset Jangan Sampai Milik Orang Lain Ikut Dirampas
08:41
Video thumbnail
POV Kalau Ketemu Pak Prabowo Apa Yang Mau Dikatakan? #shorts #trending
00:42
Video thumbnail
KDM Cengar-Cengir Saat Dijuluki Gubernur Konten
08:05
Video thumbnail
Detik-Detik Mentan Amran Mendadak Jadi Makcomblang untuk Peternak Telur #shorts #trending
01:18
Video thumbnail
Bikin Suasana Cair, Mentan Amran Mendadak Jadi Makcomblang, Carikan Jodoh untuk Peternak Telur
08:36

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER