Iran Umumkan Kesepakatan Akhiri Konflik dengan AS-Israel

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengumumkan bahwa Teheran telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Kesepakatan tersebut disebut mencakup penghentian operasi militer serta pembukaan jalur negosiasi selama 60 hari guna merumuskan kesepakatan final.

- Advertisement -

“Diakhirinya perang dan semua operasi militer di berbagai bidang, termasuk #Lebanon, akan diumumkan mulai malam ini.” Postingan di X menambahkan, “Akhir dari blokade laut AS terhadap Iran akan dimulai malam ini.”

Dalam pernyataannya yang dikutip misi diplomatik Iran di India, Gharibabadi menyebut penghentian perang dan seluruh aktivitas militer di sejumlah kawasan, termasuk Lebanon, akan mulai diberlakukan pada malam hari waktu setempat.

Iran juga menyatakan berakhirnya blokade laut yang selama ini diberlakukan AS terhadap negara tersebut.

- Advertisement -

Gharibabadi mengatakan kesepakatan awal itu turut mencakup gencatan senjata dalam konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon.

Informasi serupa sebelumnya juga disampaikan oleh Perdana Menteri Pakistan melalui pernyataan resmi.

Menurutnya, proses negosiasi lanjutan akan berlangsung selama 60 hari untuk membahas rincian kesepakatan permanen.

Iran menegaskan akan mengambil langkah yang dianggap perlu apabila terdapat pelanggaran terhadap komitmen yang telah disepakati oleh pihak lain.

“pelanggaran dari pihak lain.”
“Ketika negosiasi dimulai dalam waktu 60 hari dengan tujuan mencapai kesepakatan akhir, jika kesepakatan akhir tersebut pada akhirnya tercapai, maka isu utama bagi kami tentu saja adalah penerapan ketentuan-ketentuannya,” katanya.

Gharibabadi kepada media pemerintah Iran.

Pernyataan tersebut muncul tidak lama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan antara Washington dan Teheran telah rampung.

Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya telah memberikan persetujuan untuk pembukaan kembali Selat Hormuz yang sebelumnya diblokir Iran, bersamaan dengan penghentian pembatasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Meski demikian, pemerintah Iran dalam pernyataan resminya tidak menyinggung secara langsung mengenai status Selat Hormuz.

Di sisi lain, Israel dilaporkan tidak terlibat dalam perundingan yang menghasilkan kesepakatan tersebut.

Sejumlah laporan menyebut isi perjanjian memicu kekhawatiran di kalangan pejabat Israel karena dianggap belum memenuhi sejumlah target strategis yang selama ini menjadi tujuan perang Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran.

Target tersebut antara lain penghentian program pengembangan senjata nuklir Iran, pengurangan kemampuan rudal balistik, penghentian dukungan terhadap kelompok-kelompok sekutu di kawasan, serta perubahan politik di dalam negeri Iran.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel terkait pengumuman yang disampaikan Teheran.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Shin Tae Yong Resmi Nahkodai Persija

JCCNetwork.id- Persija Jakarta resmi menunjuk mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong, sebagai pelatih kepala baru untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Kehadiran pelatih asal...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER