Dulu Bersihin Toilet, Sekarang Hartanya Jensen Huang Tembus Rp1.000 Triliun

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pernah nggak sih kamu ngerasa hidupmu berat banget sampai mikir orang sukses pasti nggak pernah susah? Tapi siapa sangka, salah satu orang terkaya di dunia ternyata pernah jadi tukang cuci piring dan pembersih toilet. Bahkan, masa kecilnya dipenuhi ketakutan dan penderitaan. Dialah Jensen Huang, pendiri perusahaan chip raksasa Nvidia yang sekarang jadi salah satu perusahaan paling bernilai di dunia karena ledakan teknologi AI.

Jensen lahir di Taiwan tahun 1963, lalu pindah ke Thailand sebelum akhirnya dikirim ke Amerika saat masih kecil. Tapi hidup di sana jauh dari kata indah. Keluarganya salah memasukkan Jensen ke sekolah yang ternyata dipenuhi anak-anak bermasalah. Di usia yang masih sangat muda, dia pernah diancam pakai pisau dan setiap hari harus membersihkan toilet.

- Advertisement -

Bayangin, saat anak lain sibuk bermain, dia justru belajar bertahan hidup di lingkungan keras. Dan itu belum selesai. Saat remaja, demi membantu hidupnya, Jensen bekerja jadi tukang cuci piring di restoran Denny’s. Tangannya setiap hari penuh sabun dan air kotor, tapi justru dari situ dia belajar arti kerja keras dan rendah hati.

Yang bikin makin relate, Jensen bukan lulusan kampus elite yang langsung sukses. Dia memilih kuliah di kampus yang lebih murah karena sadar kondisi ekonominya. Di sana, dia bertemu istrinya, Lori Mills, dan mulai membangun mimpi perlahan. Setelah lulus, dia kerja di perusahaan chip sambil kuliah master malam hari selama delapan tahun. Delapan tahun… sambil kerja. Kebanyakan orang mungkin udah menyerah di tengah jalan.

Lalu di tahun 1993, saat makan sederhana di hari Thanksgiving bersama dua temannya, mereka menggambar ide bisnis di atas serbet makan. Nggak ada kantor mewah, nggak ada investor besar. Mereka cuma punya mimpi dan modal sekitar USD 40 ribu. Dari serbet itulah lahir Nvidia. Awalnya nggak langsung sukses, bahkan sempat hampir gagal. Tapi Jensen terus berpikir jauh ke depan. Saat orang lain belum percaya AI, dia justru nekat mengembangkan chip AI sejak 2014. Dan ketika dunia akhirnya demam AI, Nvidia meledak jadi raksasa teknologi dunia.

- Advertisement -

Sekarang kekayaan Jensen Huang mencapai puluhan miliar dolar. Tapi yang paling menarik bukan soal uangnya. Justru kata-katanya yang bikin banyak orang mikir. Jensen bilang, salah satu keuntungan terbesar dalam hidupnya adalah punya ekspektasi rendah. Karena menurutnya, orang yang terlalu nyaman biasanya nggak tahan menghadapi penderitaan. Padahal ketangguhan itu yang paling dibutuhkan untuk sukses.

Jadi kadang, penderitaan yang kita alami hari ini mungkin bukan tanda hidup kita gagal… tapi justru proses yang lagi membentuk kita jadi lebih kuat. Menurut kamu gimana? Apakah kesuksesan memang harus dimulai dari penderitaan? Tulis pendapatmu di kolom komentar.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

KPK Dalami Peran Ajudan Fadia dalam Korupsi Proyek

JCCNetwork.id — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami keterlibatan sejumlah orang kepercayaan Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq, dalam perkara dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER